Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bank BPD Bali Tingkatkan Literasi SBN dan Kapasitas SDM BPR

Putu Resa Kertawedangga • Kamis, 16 Oktober 2025 | 20:10 WIB

Direktur Bisnis Bank BPD Bali, I Nyoman Sumanaya bersama Ketua DPD Perbarindo Bali, I Ketut Komplit dan para narasumber saat membuka capacity building di Sanur, Denpasar, Rabh (15/10).
Direktur Bisnis Bank BPD Bali, I Nyoman Sumanaya bersama Ketua DPD Perbarindo Bali, I Ketut Komplit dan para narasumber saat membuka capacity building di Sanur, Denpasar, Rabh (15/10).

BALIEXPRESS.ID - Bank BPD Bali berkomitmen mendorong kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia (SDM) jajaran pengurus BPR di Bali.

Hal ini agar menjadikan pemimpin yang adaptif dalam menghadapi perubahan zaman yang dinamis.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Gathering dan Capacity Building Apex BPR yang digelar Rabu (15/10) di Sanur, Denpasar.

Baca Juga: Klungkung Jadi Percontohan Energi Bersih, PLN Pasang PLTS Atap di Pasar Galiran

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Ida Bagus Gede Putra, AOR Dealer Capital Market Divisi Treasury Bank BPD Bali yang memaparkan materi mengenai Surat Berharga Negara (SBN), serta motivator Arnold P Bolang yang membawakan topik Transformational Leadership and Decision Making: Membangun Daya Saing BPR di Era Dinamis.

Direktur Bisnis Bank BPD Bali, I Nyoman Sumanaya, SE, MM, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kapasitas jajaran pengurus BPR agar lebih adaptif terhadap perubahan.

“Kami mengundang direksi, jajaran pengurus Perbarindo, membangun kapasitas terkait era yang semakin dinamis khususnya untuk menjadi leader yang adaptif dalam tata kelola BPR di masa yang akan datang,” ujar Sumanaya.

Baca Juga: KPK Dorong Klungkung Tingkatkan Integritas, Bupati Satria Hadiri Monev SPI 2024

Pihaknya menyebutkan, perkembangan industri keuangan saat ini sangat cepat dan tidak mudah diprediksi.

Untuk itu, pemimpin BPR perlu memiliki kemampuan dinamis dan fleksibel dalam menghadapi tantangan baru.

Kegiatan tersebut pun juga menjadi bagian dari sinergi Apex BPR dalam memperkuat kolaborasi dan memberikan refreshment bagi pengurus.

Baca Juga: Aksi Kemanusiaan Satpol PP Klungkung, Wabup Tjok Surya Ikut Sumbangkan Darah

“Kegiatan ini adalah wujud sinergi APEX BPR yang diwujudkan dengan capacity building, disamping itu ada technical assistance dan tujuan lain dari APEX, jadi terkait dengan sinergi dan merefreshment kembali bagaimana memperkuat kolaborasi,” ungkapnya.

Sumanaya menambahkan, ke depan tim teknis Bank BPD Bali akan menyambangi Badan Perkreditan Kecamatan (BPK) BPR untuk memberikan literasi dan pelatihan transaksi Surat Berharga Negara (SBN) sebagai alternatif portofolio dalam memaksimalkan pendapatan.

Selain itu, pihaknya juga membuka peluang penyesuaian suku bunga deposito yang lebih kompetitif guna meningkatkan margin pendapatan bagi BPR.

“Kami selama ini menerima DPK dari BPR ke Bank BPD Bali hampir Rp 700–800 miliar. Kami akan akomodasi agar suku bunga lebih bersaing sehingga margin BPR di masyarakat bisa dimaksimalkan,” jelasnya.

Saat ini dari 128 BPR di Bali, sebanyak 99 telah menjadi anggota APEX yang berdiri sejak 2019 atas inisiatif Perbarindo dan Bank BPD Bali.

Sinergi ini diharapkan makin memperkuat jembatan antara BPR dan perbankan, termasuk dalam pemanfaatan teknologi seperti QRIS dan peningkatan literasi keuangan.

Sementara itu, Ketua DPD Perbarindo Bali, I Ketut Komplit menyampaikan, kegiatan ini merupakan program rutin yang disepakati melalui perjanjian kerja sama (PKS) antara Perbarindo dan Bank BPD Bali.

“Acara ini kita sepakati dalam bentuk PKS bagaimana meningkatkan penguatan SDM BPR baik di level leader menengah maupun bawah, dan kali ini kita fokus pada level atas sebagai decision maker dalam situasi serba dinamis,” ujar Komplit.

Pihaknya menilai, sinergi APEX BPR dan Bank BPD Bali dapat membantu BPR mengoptimalkan dana idle money agar ditempatkan di Bank BPD Bali dengan suku bunga kompetitif.

Hal ini akan membantu mengurangi potensi mismatched suku bunga antara dana pihak ketiga dan penempatan dana.

Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan pelatihan serupa di tingkat kecamatan agar bisa menyentuh langsung anggota BPR.

“Capacity building ini sebaiknya tidak hanya setahun sekali, tapi juga bisa dilakukan di masing-masing Bank Perkreditan Kecamatan (BPK) agar lebih interaktif dan memperkuat peran lembaga keuangan Bali dalam membangun ekonomi dan pembiayaan UMKM,” paparnya.

Berdasarkan data Perbarindo Bali, hingga Agustus 2025 total aset BPR mencapai Rp 22,1 triliun atau tumbuh 4,9 persen. Kredit yang disalurkan sebesar Rp 13,4 triliun tumbuh 3,3 persen, dan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 17,8 triliun dengan pertumbuhan 5,7 persen.

Komplit menegaskan, sinergi antara BPR dan Bank BPD Bali akan terus diperkuat untuk membangun ekosistem keuangan daerah yang solid.

“Kami akan bersinergi terus meningkatkan ekosistem lembaga keuangan di Bali, salah satunya karena di BPR diperbolehkan membeli SBN dengan dukungan edukasi dari Bank BPD Bali,” pungkasnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#bank bpd bali #SBN #bpr #capacity building #sdm