BALIEXPRESS.ID- Penggunaan sumur bor untuk pemenuhan air bersih masih banyak ditemukan di Kabupaten Tabanan, meski sudah adanya peraturan tegas mengenai penggunaan sumur bor.
Kasubag Humas Perumda Perumda Tirta Amerta Buana (TAB), I Putu Wahyu Untung Suardana menegaskan, penggunaan subor menimbulkan dampak negatif baik bagi kesehatan maupun untuuk tanah yang ada di sekitarnya.
“Penggunaan sumur bor juga bisa menyebabkan masalah lingkungan seperti penurunan permukaan tanah, termasuk juga dapat memengaruhi kesehatan manusia,” jelasnya Jumat (17/10/2025).
Dilanjutkan Wahyu, pemakaian sumur bor memiliki dampak bagi kesehatan jika posisinya dekat dengan septic tank berpotensi tercemar bakteri E coli dan virus hepatitis A jika dekat dengan industri maka bisa terpapar zat berbahaya seperti merkuri dan arsenik.
Selain itu, praktik sumur bor ini, juga bisa mengganggu struktur tanah yang dulunya terisi air lama-lama akan berongga, sehingga menyebabkan turunnya permukaan tanah.
Selain itu efek jangka panjangnya juga akan memengaruhi kesehatan manusia.
“Sedangkan dari sisi biaya, penggunaan sumur bor ini juga memakan biaya yang relatif mahal, karena jika air di kedalaman awal sudah berkurang tentunya memerlukan biaya tambahan untuk menggali sumur lebih dalam. Biaya tambahan lain adalah jika sumur bornya rusak,” terangnya.
Oleh karena itu, Perumda Tirta Amerta Buana (TAB) Tabanan menggelar program gebyar sambungan air bersih.
Adapun program ini berlangsung dari bulan Juni hingga Agustus 2025 lalu. Berdasarkan data ada sebanyak 1.927 pelanggan baru yang mendaftar lewat program gebyar ini.
“Pendaftar itu beberapa merupakan perumahan yang dulunya mendapatkan air bersih dari sumur bor. Akhirnya mereka mengikuti program gebyar sambungan air bersih karena sumur bor yang dipakai sudah tidak mengeluarkan air secara maksimal lagi,” tambahnya. (*)
Editor : I Made Mertawan