SINGARAJA, BALI EXPRESS - Proyek peningkatan ruas jalan yang menghubungkan Desa Petandakan di Kecamatan Buleleng dan Desa Pegadungan di Kecamatan Sukasada menunjukkan progres signifikan. Saat ini, pekerjaan fisik hampir rampung dan siap menjadi akses vital yang memperlancar mobilitas warga di dua desa tersebut.
Peningkatan jalan ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Buleleng. Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Gede Supriatna meninjau langsung lokasi proyek, didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) I Putu Adipta Eka Putra serta sejumlah pejabat terkait.
Bupati Sutjidra mengaku lega melihat kemajuan yang signifikan di lapangan. Ia mengingatkan bahwa sebelum diperbaiki, kondisi jalan ini tergolong parah—berlubang, bergelombang, dan sulit dilalui kendaraan. Jalan ini juga menjadi salah satu jalur penting bagi masyarakat Petandakan dan Pegadungan yang beraktivitas setiap hari, mulai dari pelajar, pedagang, hingga petani.
“Saya sudah sering lewat sini. Dulu rusak berat dan sangat menyulitkan warga. Karena itu, begitu saya dilantik kembali, saya minta anggaran digeser untuk mempercepat peningkatan ruas Petandakan–Pegadungan ini,” ungkapnya, Jumat (24/10).
Menurut Sutjidra, proyek peningkatan jalan tersebut akan selesai sesuai kontrak pada Desember 2025. Setelah itu, pemerintah daerah akan melanjutkan peningkatan ke arah Jalan Pulau Menjangan, Kelurahan Banyuning, agar akses transportasi semakin terkoneksi.
Bupati asal Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan ini juga berpesan kepada masyarakat agar berhati-hati saat menggunakan jalan yang baru diperbaiki. Ia menyoroti perilaku sebagian pengendara, terutama anak muda, yang memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi di jalan mulus tersebut.
“Jangan sampai karena jalannya bagus, malah jadi ajang balapan. Tolong dijaga dan dirawat bersama. Kami juga akan buatkan saluran air supaya air hujan tidak meluber ke jalan dan merusak permukaannya,” pesan Sutjidra.
Baca Juga: Akhirnya Mulus! Jalan Pulau Timor di Banyuning Sudah Dihotmix
Sementara itu, Kepala DPUTR Kabupaten Buleleng I Putu Adipta Eka Putra menyampaikan bahwa proyek ini dilaksanakan selama 150 hari kalender, dimulai pada Juli dan ditargetkan rampung Desember 2025. Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp4,2 miliar, hasil pergeseran anggaran atas kebijakan Bupati.
“Ini proyek yang strategis karena menjadi jalur penghubung antara dua kecamatan. Selain memperlancar arus transportasi masyarakat, juga akan menunjang kegiatan ekonomi di wilayah sekitar,” jelas Adipta.
Ia menambahkan, saat ini pekerjaan fisik sudah hampir selesai dan pihaknya memastikan kualitas jalan sesuai standar teknis. “Kami pastikan proyek ini rampung tepat waktu dan hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambahnya. ***
Editor : Dian Suryantini