Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pemkab Buleleng Rayakan Tumpek Wariga di DAS Banyumala, Tanam Pohon dan Tuang Eco Enzyme

Dian Suryantini • Minggu, 26 Oktober 2025 | 04:05 WIB

Perayaan Tumpek Wariga dengan penanaman pohon di DAS Banyumala, Buleleng.
Perayaan Tumpek Wariga dengan penanaman pohon di DAS Banyumala, Buleleng.

 

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Suasana berbeda tampak di Daerah Aliran Sungai (DAS) Banyumala, Kelurahan Banyuasri, pada Sabtu (25/10). Ratusan peserta dari berbagai unsur—mulai dari jajaran Forkopimda, SKPD, BUMD, pelajar hingga komunitas peduli lingkungan—turut ambil bagian dalam peringatan Tumpek Wariga yang diisi dengan kegiatan penyucian alam, penanaman pohon, serta penuangan eco enzyme.

Upacara diawali dengan ritual penyucian sebagaimana makna utama Tumpek Wariga, hari suci umat Hindu untuk memuliakan alam serta memohon berkah bagi kelestarian tumbuhan dan lingkungan.

“Hari ini kita melakukan penyucian tumbuhan dan alam sebagai wujud nyata dari visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali—menjaga keharmonisan lingkungan sebagai sumber kehidupan,” ujar Bupati Buleleng, NyomanSutjidra.

Pemilihan DAS Banyumala sebagai pusat kegiatan bukan tanpa alasan. Bupati Sutjidra menegaskan, kawasan ini bukan hanya penting secara ekologis, tetapi juga memiliki nilai spiritual bagi masyarakat setempat. Airnya yang tak pernah kering sepanjang tahun menjadikan lokasi ini sumber kehidupan dan tempat melukat atau penyucian diri.

“Daerah aliran sungai Banyumala ini harus kita jaga bersama. Ini satu-satunya sungai di wilayah ini yang airnya tetap mengalir sepanjang tahun, dan tempat ini disucikan oleh masyarakat,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, sekitar 200 bibit pohon ditanam di sepanjang bantaran sungai. Selain itu, dilakukan penuangan eco enzyme ke aliran air sebagai langkah konkret memulihkan kualitas tanah dan air.

Sutjidra menegaskan bahwa kegiatan seperti ini tidak boleh berhenti di seremoni seremonial semata. Pemerintah daerah, katanya, berkomitmen menjadikannya gerakan berkelanjutan berbasis partisipasi masyarakat. Salah satu langkah nyata adalah melibatkan desa adat sebagai penjaga wilayah sungai sesuai wewidangan masing-masing.

“Kami mulai dari Banyuasri. Di bagian hulu ada Desa Adat Banjar Tegal, dan seterusnya. Semua akan kita jaga dari hulu ke hilir,” jelasnya.

Selain melibatkan masyarakat, Pemkab Buleleng juga bekerja sama dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk menata kawasan DAS Banyumala agar ketahanan sumber air dapat terus terjaga. Penataan tersebut diharapkan mendukung sistem pertanian terpadu di wilayah Banyuasri dan sekitarnya.

Bupati Sutjidra menyebutkan, momentum Tumpek Wariga menjadi pengingat pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga alam. Melalui penyucian tanaman dan lingkungan, masyarakat diingatkan agar tidak merusak atau menebang pohon sembarangan.

“Khususnya di momentum Tumpek Wariga atau Tumpek Pengatag ini, kita mensucikan tanaman agar tidak dirusak. Kita bergotong royong menjaga daerah aliran sungai, dan besok kegiatan serupa akan kita lakukan serentak di semua desa,” ungkapnya. ***

Editor : Dian Suryantini
#Tumpek Wariga #skpd #das #Eco Enzym #tanam pohon #Nangun Sat Kerthi Loka Bali #hindu #Banyumala #buleleng #bumd