SINGARAJA, BALI EXPRESS — Suasana di Stadion Mayor Metra, Selasa (28/10), mendadak panas sejak siang hari. Liga Askab PSSI Buleleng 2025 kembali bergulir, kali ini mempertemukan empat tim dalam dua laga pembuka Liga 3 yang berlangsung sengit dan penuh drama. Dalam dua pertandingan itu, kemenangan diraih dengan skor tipis—cukup untuk menunjukkan betapa ketatnya persaingan musim ini.
Pertandingan pertama mempertemukan Kusuma Bangsa Kampung Kajanan melawan Tunas Muda Celukan Bawang. Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim tampil dengan semangat membara. Kusuma Bangsa di bawah komando pelatih Riko menurunkan skuad terbaiknya. Sementara Tunas Muda yang diasuh Junaidi juga tak mau kalah dalam menunjukkan strategi menyerang cepat.
Babak pertama berlangsung dalam tempo tinggi. Kedua tim saling serang, namun ketangguhan lini belakang membuat skor tetap kacamata hingga turun minum. Namun, babak kedua berubah menjadi babak penuh emosi. Baru empat menit berjalan, pemain bernomor punggung 9 Abdinul Hanip dari Kusuma Bangsa harus meninggalkan lapangan setelah menerima kartu merah pada menit ke-49. Sebelumnya, ia sudah mengantongi kartu kuning di menit ke-8.
Bermain dengan sepuluh pemain membuat Kusuma Bangsa kesulitan mengimbangi tekanan dari Tunas Muda. Serangan demi serangan akhirnya membuahkan hasil di menit ke-70 lewat kaki Fauzi (nomor 22), yang sukses memecah kebuntuan. Gol itu menjadi satu-satunya yang tercipta, membawa Tunas Muda unggul 1-0.
Namun, drama belum usai. Di menit ke-81, giliran pemain Tunas Muda bernomor punggung 17, Noval, menerima kartu merah akibat pelanggaran keras. Kedua tim akhirnya bermain sama-sama dengan sepuluh pemain hingga peluit panjang dibunyikan oleh wasit Nurdin Agusman, dan skor 1-0 untuk Tunas Muda tetap bertahan.
Baca Juga: 33 Klub Siap Bertarung di Liga PSSI Buleleng 2025
Memasuki laga kedua pukul 16.00 Wita, Temukus FC berhadapan dengan Putra Harapan Kaliasem. Pertandingan sesama tim asal Kecamatan Banjar ini tak kalah menarik. Baru sembilan menit laga berjalan, Kadek Perdina (nomor 12) membuka keunggulan Putra Harapan lewat tendangan jarak jauh yang meluncur deras ke gawang Temukus FC. Gol indah itu menjadi penanda awal laga penuh determinasi.
Temukus FC mencoba membalas, melancarkan serangan cepat jelang akhir babak pertama. Namun, malapetaka menimpa Putra Harapan di menit ke-40 ketika kiper mereka, I Putu Wendy Astrawan, harus menerima kartu merah setelah kedapatan menahan bola dengan tangan di luar kotak penalti. Bermain dengan sepuluh pemain sejak babak pertama, Putra Harapan harus berjuang keras mempertahankan keunggulan.
Babak kedua berlangsung dengan tekanan bertubi-tubi dari Temukus FC. Namun disiplin lini belakang Putra Harapan dan kerja keras seluruh pemain membuat mereka mampu mempertahankan skor 1-0 hingga laga usai. Wasit yang sama, Nurdin Agusman, kembali meniup peluit panjang menandai akhir pertandingan yang menegangkan.
Dengan hasil ini, Tunas Muda Celukan Bawang dan Putra Harapan Kaliasem sama-sama meraih kemenangan perdana mereka di Liga 3 Askab PSSI Buleleng 2025. Persaingan pun dipastikan semakin panas, mengingat semua tim tampil ngotot di awal musim.
Liga akan kembali berlanjut pada Selasa, 4 November 2025, dengan dua pertandingan seru lainnya: Dorayaki FC Beratan menghadapi Tuan Muda FC Banyupoh pukul 14.00 Wita, dan Putra Penarukan melawan Sukla Bali FC Sumberklampok pukul 16.00 Wita. Semua mata kini tertuju ke Stadion Mayor Metra, tempat di mana bakat-bakat muda Buleleng terus unjuk gigi demi meraih prestasi tertinggi. ***
Editor : Dian Suryantini