Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sentra IKM Kopi Kintamani Kian Diminati, Ini Tiga Layanan yang Ditawarkan

I Made Mertawan • Sabtu, 1 November 2025 | 15:30 WIB
Salah satu pegawai di Sentra IKM Kopi Kintamani roasting kopi, Jumat (31/10/2025). 
Salah satu pegawai di Sentra IKM Kopi Kintamani roasting kopi, Jumat (31/10/2025). 

BALIEXPRESS.ID- Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Kopi Kintamani di Desa Catur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, menunjukkan perkembangan setelah hampir dua tahun beroperasi.

IKM yang berada di bawah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli ini menjadi tempat warga dan pelaku usaha mengolah kopi, seperti roasting, grinder dan pengemasan.

Koordinator Sentra IKM Kopi Kintamani, I Wayan Juli Sastrawan, mengatakan bahwa sejak awal beroperasi, jumlah pengguna jasa mengalami peningkatan.

Kini, rata-rata 10–15 kilogram kopi diolah setiap hari. Layanan roasting menjadi yang paling banyak diminati.

"Astungkara sekarang semakin dikenal di masyarakat," ungkap Juli Sastrawan ditemui pada Jumat (31/10/2025).

Menurutnya, mereka yang datang tidak hanya berasal dari sekitar IKM atau wilayah Bangli, tetapi juga dari luar daerah. Beberapa di antaranya datang dari Desa Tambakan dan Tamblang di Kabupaten Buleleng serta Tegallalang di Kabupaten Gianyar.

Banyaknya pengguna jasa menunjukkan bahwa keberadaan sentra ini kian dipercaya untuk menghasilkan olahan kopi yang berkualitas.

Di lokasi tersebut, Juli Sastrawan bersama delapan pegawai lainnya memiliki pembagian tugas yang jelas.

Ada yang bertanggung jawab pada proses roasting, sebagian menangani grinder, dan lainnya fokus pada pengemasan.

Keberadaan mereka membantu warga sekitar karena tidak perlu repot mengolah sendiri, sekaligus memperoleh hasil yang lebih bagus dan higienis.

Setiap pengguna jasa dikenakan retribusi resmi dari Pemerintah Kabupaten Bangli, yakni Rp10 ribu per kilogram untuk roasting dan Rp5 ribu per kilogram untuk grinder, sedangkan biaya pengemasan disesuaikan dengan ukuran.

Juli Sastrawan menegaskan, peningkatan aktivitas di Sentra IKM Kopi Kintamani tidak terlepas dari kualitas hasil olahan dan tanggung jawab para pegawai dalam menjaga mutu layanan.

Sentra IKM Kopi ini diharapkan terus berkembang menjadi salah satu pusat pengolahan kopi rakyat yang memperkuat posisi Kopi Kintamani sebagai produk unggulan daerah.

"Kami tidak sekadar mengolah kopi yang datang, tetapi juga bertanggung jawab untuk memperbaiki kualitas dan bagaimana IKM ini semakin dikenal masyarakat," pungkas Juli Sastrawan diamini beberapa rekannya. (*)

Editor : I Made Mertawan
#IKM Kopi #kopi kintamani #bangli