Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Transformasi Layanan Kesehatan: Cek Kesehatan Gratis Pemerintah Tekan Angka Penyakit Tidak Menular (PTM)

I Putu Suyatra • Jumat, 14 November 2025 | 01:17 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diinisiasi pemerintah merupakan langkah transformatif dan strategis untuk memperkuat deteksi dini dan pencegahan penyakit di seluruh lapisan masyarakat. Inisiatif ini dirancang khusus untuk menekan angka kasus Penyakit Tidak Menular (PTM), seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung, sekaligus menjadi kunci utama dalam meningkatkan harapan hidup masyarakat Indonesia. 

Pentingnya Deteksi Dini: Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati 

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman, menjelaskan bahwa CKG adalah implementasi nyata dari transformasi layanan kesehatan yang berfokus pada upaya promotif dan preventif.

“Banyak kasus penyakit berat, terutama PTM, sebenarnya bisa dicegah jika kondisi kesehatan masyarakat diketahui sejak dini melalui pemeriksaan rutin,” ujarnya.

Aji menyoroti praktik di negara-negara maju seperti Korea Selatan, Singapura, dan Jepang, yang mampu mencapai usia harapan hidup hingga 84 tahun karena penekanan kuat pada deteksi dini.

“Di Indonesia, mayoritas penyakit baru terdeteksi saat sudah kronis karena minimnya pemeriksaan. Padahal, skrining awal cukup berfokus pada tiga indikator dasar yang wajib dicek rutin: tekanan darah, gula darah, dan kolesterol,” jelasnya, menegaskan bahwa sebagian besar masalah kesehatan masyarakat saat ini berasal dari PTM. 

Aksesibilitas dan Antusiasme Tinggi terhadap Program CKG 

Survei awal pelaksanaan CKG menunjukkan temuan penting: banyak warga usia produktif memiliki tekanan darah tinggi dan kadar gula darah tidak terkontrol. Bahkan, sebagian besar belum pernah memeriksakan kolesterol atau indeks massa tubuh mereka.

Aji menegaskan bahwa Program Cek Kesehatan Gratis ini sepenuhnya tanpa dipungut biaya dan mudah diakses melalui puskesmas, sekolah, serta layanan jemput bola di komunitas setempat.

“Pemeriksaan yang biasanya membutuhkan biaya besar kini bisa diakses gratis. Ini adalah kesempatan emas yang harus dimanfaatkan untuk investasi kesehatan jangka panjang,” tambahnya.

Antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat tinggi, seperti yang dicontohkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan, Chaidir Annas.

“Sejak dimulai Februari lalu, kami telah melayani 344.217 warga, mencakup hampir 70% dari target. Ini menunjukkan kesadaran masyarakat Lamongan yang semakin meningkat terhadap pentingnya cek kesehatan rutin,” kata Chaidir. 

Inovasi dan Kolaborasi untuk Masa Depan Kesehatan Indonesia 

Program CKG tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga anak-anak sekolah melalui pemeriksaan status gizi, kesehatan gigi, mata, serta deteksi dini penyakit menular maupun tidak menular.

Inovasi digital turut mendukung keberhasilan program ini. Chaidir menyebut situs Sehat Indonesiaku (ASIK) membantu petugas mencatat data masyarakat secara real-time, mengatasi kendala administrasi pendaftaran online.

Menutup pernyataannya, Aji menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak untuk memastikan keberlanjutan program ini. “Kesehatan masyarakat tidak bisa diupayakan pemerintah sendirian. Perlu kerja sama semua pihak agar manfaatnya dirasakan seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya. ***

Editor : I Putu Suyatra
#cek kesehatan gratis