Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Garam Amed Karangasem Terpukul Musim Hujan, Produksi Merosot Tajam

I Wayan Adi Prabawa • Jumat, 14 November 2025 | 14:27 WIB
Petani garam Amed saat memproduksi garam.
Petani garam Amed saat memproduksi garam.

BALIEXPRESS.ID - Produksi garam Amed di Desa Purwakerti, Kecamatan Abang, Karangasem mengalami penurunan yang sangat drastis pada tahun 2025 ini.

Hal itu disebabkan karena masa pembuatan garam oleh petani cukup singkat.

Ketua Komunitas Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Garam Amed, I Nengah Suanda menyebut, musim produksi garam biasanya berlangsung empat bulan dalam satu tahun, terhitung Agustus-November.

Namun, karena hujan mengguyur wilayah tersebut ketika masa produksi membuat hasil menurun.

Suanda menambahkan, produksi garam Amed di tahun ini hanya 2,5 bulan. Itu pun tidak mulus karena kerap diguyur hujan.

"Produksi tahun ini tidak mulus, karena dalam dua setengah bulan itu juga sering turun hujan," ujarnya, Kamis (13/11/2025).

Ia memperkirakan produksi garam musim ini hanya 7 ton, dari biasanya bsia mencapai 25 ton.

"Untuk produksi kali ini kami belum rekap karena belum masuk ke gudang," tandasnya.

Para petani garam kini disebut telah memilih aktivitas lain ketika produksi tidak bisa dilakukan, seperti misalnya menjadi buruh bangunan, berternak sapi, termasuk nelayan.

"Ada yang ternak sapi dan babi, nelayan juga," pungkasnya. (*) 

 

Editor : I Made Mertawan
#Amed #garam #karangasem