BALIEXPRESS.ID - Jalan Tanah Sampi, Kelurahan Kerobokan Kaja, Kuta Utara saat ini ditutup sementara.
Penutupan ini dilakukan lantaran adanya perbaikan satu sisi saluran irigasi sepanjang jalan.
Penutupan ini diperkirakan akan dilakukan hingga akhir Desember 2025.
Baca Juga: Tawarkan Kenyamanan, The Suaka Baliaga Cocok Jadi Lokasi Shooting
Pekaseh Subak Tegal Pesedahan Yeh Bolo, I Made Sunadi mengatakan, perbaikan saluran irigasi ini dilakukan setelah diusulkan pada Musrenbang Kecamatan di Tahun 2024.
Usulan ini disampaikan dirinya lantaran ada satu titik saluran yang jebol.
“Saluran yang jebol itu pas di tikungan, saat hujan air sering meluap,” ujar Sunadi, saat ditemui di lokasi Jumat (14/11).
Baca Juga: BKSDA Bali dan Pemkab Bangli Ngaturang Guru Piduka di TWA Penelokan Kintamani
Pihaknya menyebutkan, perbaikan ini diusulkan untuk memberikan kenyamanan bersama, baik pengendara maupun para petani.
Untuk itu dirinya berharap agar seluruh pihak dapat memaklumi, apalagi harus mencari jalur lain.
“Kami mohon maaf jika ada ketidaknyamanan. Tapi perbaikan ini juga untuk kepentingan bersama,” ungkapnya.
Baca Juga: 153 Ribu WNA Masuk Tabanan, Pengawasan Terkendala Data dan Laporan Akomodasi Wisata
Dikonfirmasi terpisah, Plt Kadis PUPR Badung, Anak Agung Rama Putra, membenarkan telah dilakukan perbaikan saluran drainase.
Di Jalan Tanah Sampi akan dipasang beton precast pada saluran irigasi.
“Ini usulan dari tingkatan Musrenbang tahun 2024, tapi pengerjaannya di tahun 2025 ini,” ujar Rama Putra.
Ia mengaku, proyek ini baru dilaksanakan lantaran menunggu darangnya beton precast.
Proyek perbaikan ini juga menjadi kesatuan dengan lainnya.
Namun dirinya memastikan perbaikan yang dilakukan sepanjang jalan tersebut.
“Perbaikannya di satu sisi saja, tapi ada beberapa kedua sisi, karena kondisinya masih bagus,” paparnya.
Meski demikian, Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR Badung ini tidak menyebutkan jumlah anggaran yang akan digunakan.
Terkait perbaikan irigasi ini pun ditargetkan selesai pada 24 Desember 2025.
Masyarakat pun diminta untuk mencari jalan alternatif lainnya.
“Kami sudah adakan sosialisasi sudah kami sampaikan permakluman kepada masyarakat setempat. Kami mohon untuk sementara mencari jalan lain,” imbuhnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga