BALIEXPRESS.ID – Perayaan 13 tahun komunitas Urban Sketchers (USK) Bali dirangkai dengan pameran seni kolektif bertajuk “The Story Of Indonesia – Chapt #3: Bali”, yang dibuka Sabtu (22/11) di ruang seni Masa-Masa, Ketewel, Sukawati. Pameran berlangsung hingga 17 Januari 2026, menghadirkan 111 sketcher dari berbagai daerah dan mancanegara dengan lebih dari 200 karya sketsa serta 40 sketchbook pilihan.
Mengusung tema besar Story of Indonesia, pameran ini merekam denyut kehidupan masyarakat Nusantara melalui garis dan warna. Potret keramaian pasar, ruas jalan urban, ruang-ruang publik, hingga momen intim keseharian disajikan dalam gaya spontan khas urban sketching. Tidak hanya seniman lokal, tampil pula 19 pedestal buku sketsa dari berbagai negara yang turut merespons tema Sketsa Nusantara.
Menariknya, sebagian karya dipajang tanpa bingkai. Penyajian tersebut menjadi simbol bahwa sketsa bukan lagi sekadar rancangan awal, tetapi karya final yang otentik, lahir dari interaksi langsung seniman dengan suasana dan waktu di tempat kejadian.
Urban sketching sendiri merupakan gerakan global untuk mencatat dunia satu gambar dalam satu waktu, mengajak siapa pun untuk merekam realitas lewat sketsa cepat di ruang publik.
Salah satu sketcher peserta, Aditya, menyampaikan antusiasmenya karena pameran ini menjadi ruang bertemu berbagai latar profesi.
“Kami punya hobi sama, suka gambar. Gambar langsung di tempat, membawa sketchbook melihat dunia. Kami bukan harus seniman, ada ilustrator, dosen, arsitek, hingga pekerja kedutaan,semua bebas berkarya,” ujarnya.
Pameran terbuka untuk umum dan menjadi ajang menarik untuk menikmati perjalanan visual Indonesia melalui sudut pandang para sketcher. Bagi pecinta sketsa, ini menjadi kesempatan menyaksikan bagaimana cerita sebuah tempat dapat diabadikan dengan satu helai kertas dan goresan warna. *
Editor : Putu Agus Adegrantika