Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Hujan Deras Guyur Ubud, Sejumlah Titik di Sayan Alami Luapan Air

Putu Agus Adegrantika • Kamis, 27 November 2025 | 03:32 WIB
BANJIR : Sejumlah titik di Desa Sayan Ubud mengalami banjir akibat saluran air meluap pasca hujan, Rabu (26/11).
BANJIR : Sejumlah titik di Desa Sayan Ubud mengalami banjir akibat saluran air meluap pasca hujan, Rabu (26/11).

BALIEXPRESS.ID – Hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Sayan, Ubud pada Rabu, (26/11) , menyebabkan sejumlah titik mengalami luapan air. Intensitas hujan yang tinggi membuat debit air meningkat dalam waktu singkat, sehingga memicu genangan di beberapa lokasi. Pj Perbekel Desa Sayan, Jro Mangku Ketut Gde Kesumawijaya, memastikan penanganan cepat dilakukan.

Salah satu lokasi yang cukup terdampak adalah Banjar Mas Sayan, dimana air meluap hingga menggenangi area sebuah restoran. Genangan tersebut membuat aktivitas restoran terganggu untuk sementara. Guna mencegah air masuk lebih dalam, warga bersama pengelola restoran memasang papan penahan sebagai langkah darurat menghalau luapan.

Selain di Banjar Mas, luapan air juga terjadi di Banjar Pande, tepatnya di halaman salah satu rumah warga. Tinggi genangan bahkan mencapai setinggi lantai rumah, sehingga penghuni harus meningkatkan kewaspadaan. Kondisi ini memicu keprihatinan pemerintah desa, mengingat curah hujan diprediksi masih fluktuatif dalam beberapa hari ke depan.

Pj Perbekel Kesumawijaya menyampaikan bahwa pihak desa telah melakukan pemantauan menyeluruh dan berkoordinasi dengan linmas serta perangkat banjar untuk memastikan tidak ada titik lain yang mengalami risiko serupa. Pemerintah desa juga mengupayakan langkah jangka pendek berupa pembersihan saluran air yang mungkin tersumbat akibat material terbawa arus hujan.

Di tengah situasi tersebut, Pj Perbekel memastikan bahwa proyek pembangunan drainase dan infrastruktur lain di Desa Sayan yang saat ini dikerjakan tidak terdampak. Tahapan pekerjaan yang masih berada pada fase awal membuat pengerjaan tetap aman. “Saat ini baru akan memasuki proses pengecoran pada penataan drainase, jadi belum ada kerusakan atau hambatan berarti. Semua masih dalam kondisi terkendali,” jelasnya.

Kesumawijaya juga menegaskan bahwa pembangunan drainase menjadi salah satu upaya jangka panjang untuk mengatasi potensi genangan di wilayah rawan. Ia berharap, setelah rampung, sistem pengairan desa dapat bekerja lebih efektif dalam mengalirkan air hujan sehingga kejadian serupa bisa diminimalisasi.

Pemerintah Desa Sayan mengimbau seluruh warga untuk tetap waspada selama musim hujan, menjaga kebersihan saluran air di sekitar tempat tinggal, serta segera melapor apabila menemukan titik luapan baru. Langkah cepat masyarakat dinilai sangat membantu percepatan penanganan dan pencegahan agar genangan tidak meluas. *

 

Editor : Putu Agus Adegrantika