Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Terobosan PUTR Buleleng, Kelola Sampah 7,8 Hektare Jadi Energi Masa Depan

Dian Suryantini • Selasa, 2 Desember 2025 | 19:00 WIB

Penyemprotan EcoEnzym di TPA Bengkala
Penyemprotan EcoEnzym di TPA Bengkala

 

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Pengelolaan sampah di Kabupaten Buleleng tampaknya segera memasuki babak baru. Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) kini tengah mematangkan rencana kerja sama dengan perusahaan swasta, PT Binangun Teknologi Solusi, yang menawarkan teknologi pengolahan sampah modern dan investasi penuh tanpa membebani APBD.

Kepala Dinas PUTR Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra, mengungkapkan bahwa perusahaan tersebut telah melakukan presentasi resmi di hadapan Bupati Buleleng dan juga tim teknis PUTR.

“Perusahaan ini sudah menyampaikan seluruh rencana teknologi dan pola kerjanya. Mereka berbasis di Jakarta, tetapi terkoneksi dengan perusahaan asing yang ada di Turki. Teknologi dan kapasitas mereka sudah kami pelajari dengan cukup detail,” jelasnya, Selasa (2/12).

Dalam rencana kerja sama ini, PT Binangun Teknologi Solusi akan menyewa TPA Bengkala untuk operasional penuh. Luas TPA Bengkala yang mencapai 7,8 hektare akan dimanfaatkan sepenuhnya untuk pengolahan sampah modern berbasis energi dan daur ulang. Seluruh biaya investasi, baik pembangunan fasilitas, peralatan, maupun tenaga ahli, akan ditanggung oleh pihak perusahaan.

“Sewanya akan masuk ke APBD, jadi daerah tetap mendapat penerimaan. Sementara seluruh pengelolaan sampah akan dilakukan oleh perusahaan tersebut,” ujar Adiptha.

Baca Juga: Sampah Bulfest 2025 Dipastikan Tidak Berakhir di TPA Bengkala, Begini Strategi Panitia!

Pola ini dianggap menguntungkan daerah, sebab anggaran pemerintah tidak tersedot untuk membangun fasilitas baru, namun tetap mendapatkan manfaat lingkungan dan pendapatan dari sewa.

PT Binangun disebut memiliki dua teknologi unggulan yang menjadi perhatian pemerintah daerah. Pertama adalah kemampuan mengolah sampah menjadi pupuk urea, yang sangat dibutuhkan sektor pertanian.

“Urea ini nanti bisa menopang kebutuhan pertanian di Buleleng, Bali bahkan sampai ke Jawa. Ini yang membuat kami sangat antusias karena dampaknya bukan hanya lingkungan, tetapi juga ekonomi,” kata Adiptha.

Teknologi kedua bahkan lebih maju. Sebagian sampah dapat diolah menjadi Aftur atau bahan bakar pesawat. Ini adalah inovasi yang semakin relevan di tengah dorongan global untuk menghadirkan energi bersih dan menekan emisi karbon. Jika terealisasi, Buleleng akan menjadi salah satu daerah pionir yang mampu mengolah sampah menjadi bahan bakar ramah lingkungan.

Adiptha menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak ingin menunda lagi upaya penguatan energi bersih dan manajemen lingkungan.

“Kami serius menangani energi bersih dan lingkungan ini karena ini memang tanggung jawab kita. Jangan sampai menunggu masalahnya besar dulu baru gerak. Keburu telat nanti kita,” tegasnya.

Ia menambahkan, kerja sama dengan pihak swasta merupakan langkah strategis agar pemerintah daerah tidak bergerak sendirian. Dengan investasi dari perusahaan yang memiliki pengalaman internasional, transformasi pengelolaan sampah dapat berlangsung lebih cepat dan efisien.

Di luar rencana MOU ini, Dinas PUTR Buleleng sebenarnya sudah memiliki sejumlah program pengelolaan sampah yang berfokus pada pembangunan infrastruktur. Di antaranya pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan perbaikan akses menuju kawasan TPA.

Salah satu inovasi yang telah diterapkan adalah pemasangan campuran sampah plastik sebagai material perkerasan jalan menuju TPA Bengkala. Langkah ini tidak hanya memperbaiki infrastruktur, tetapi juga mengurangi volume sampah plastik yang masuk ke TPA.

“Kami memanfaatkan sampah plastik untuk material jalan. Ini salah satu bentuk komitmen kami mengurangi sampah sejak dari infrastruktur,” jelas Adiptha.

Saat ini, proses menuju penandatanganan MOU antara Pemkab Buleleng dan PT Binangun Teknologi Solusi sedang memasuki tahapan finalisasi. Pemerintah memastikan semua aspek hukum, teknis, dan lingkungan harus dievaluasi secara komprehensif sebelum kerja sama disahkan.

Jika seluruh tahapan berjalan lancar, Buleleng akan memiliki sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, efisien, dan berorientasi jangka panjang. Dari menghasilkan pupuk hingga bahan bakar pesawat, transformasi ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi daerah.

“Kerja sama ini, bila resmi berjalan, akan menandai era baru pengelolaan sampah di Buleleng—lebih bersih, lebih berkelanjutan, dan lebih menguntungkan masyarakat,” tutupnya.

Editor : Dian Suryantini
#teknologi #sampah plastik #PUTR Buleleng #TPA Bengkala #bahan bakar #pupuk #PT Binangun Teknologi Solusi #pengelolaan sampah #buleleng