Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kasus Pemukulan di Jimbaran Berakhir Damai, Supir Truk Siap Gelar Bendu Piduka

Putu Resa Kertawedangga • Selasa, 2 Desember 2025 | 22:46 WIB

Ribuan warga Jimbaran, Kuta Selatan yang menggelar aksi damai di depan Polsek Kuta Selatan, Selasa (2/12).
Ribuan warga Jimbaran, Kuta Selatan yang menggelar aksi damai di depan Polsek Kuta Selatan, Selasa (2/12).

BALIEXPRESS.ID - Permasalahan pemukulan di wilayah Desa Adat Jimbaran, Kuta Selatan kini berujung damai.

Kedua belah pihak yang saling melaporkan kini telah menyepakati dan menandatangani akta damai, setelah mediasi di Polsek Kuta Selatan pada Selasa (2/12).

Bahkan FH supir truk yang memulai permasalahan telah bersedia menggelar upacara bendu piduka.

Baca Juga: Malam Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah 2025, Pemkab Badung Raih Penghargaan Layanan Pendidikan

Sebelum mediasi digelar, ribuan warga Jimbaran telah menggelar aksi damai di depan Polsek Kuta Selatan.

Ribuan warga ini meminta adanya keadilan terhadap dua warga yang diamankan.

Sebab setelah FH melakukan pemukulan salah satu warga, keributan pun terjadi.

Baca Juga: Dua Orang Ditahan, Ribuan Warga Jimbaran Gelar Aksi Damai di Polsek Kuta Selatan: Tuntut Pembebasan

Kanit Reskrim Polsek Kuta Selatan, I Made Sena mengatakan, mediasi ini dilakukan atas permintaan kedua belah pihak.

Mediasi ini pun dilakukan setelah pihaknya melakukan penangkapan dan meminta keterangan saksi-saksi.

Dalam pertemuan tersebut, dihadiri oleh pihak keluarga korban, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan para lawyer.

Baca Juga: Dua Warga Jimbaran Diamankan Buntut Hakimi Sopir Truk Penganiaya Pemuda, Ratusan Massa Demo Polsek

“Hasil mediasi antara para pihak sudah sepakat untuk menempuh jalan damai dengan menerangkan suatu kesepakatan perdamaian,” ujar Sena.

Pihaknya menyebutkan, dokumen restorative justice akan diserahkan kepada pimpinan.

Namun melihat hasil mediasi secara formil maupun mareriil telah dipenuhi.

“Oleh karena yang kasus laporan penganiayaan itu yang dilaporkan oleh warga Jimbaran, sudah kita sampai lakukan upaya paksa, berupa penangkapan dan penahanan jadi yang bersangkutan nanti akan mengajukan permohonan penangkuhan maupun dari penahanannya,” ungkapnya.

Untuk sementara, FH pengendara truk kini diberikan sanksi wajib lapor.

Sedangkan dua warga Jimbaran yang sempat diamankan pun telah dibebaskan.

Pihaknya pun berharap masyarakat, baik dari pihak pelapor maupun terlapor dapat bersama-sama menjaga kondusifitas setelah terjadinya perdamaian.

“Baru tadi malam kami amankan (warga Jimbaran) statusnya masih saksi, karena memang hari ini sudah terjadi perdamaian sehingga proses selanjutnya untuk tersangka ataupun yang lainnya belum kita lakukan,” jelasnya.

Sementara, Bendesa Adat Jimbaran, I Gusti Made Rai Dirga menyatakan, sangat bersyukur dua warganya telah diberikan izin pulang.

Terlebih proses mediasi telah menemui kesepakatan damai.

“Walaupun proses mediasi sedikit alot, kami sebgai krama meminta kepada yang mengawali kejadian onar agar melaksankan upacara bendu piduka pada 4 Desember 2025 pada Hari Purnama Sasih Keenam, di lokasi kejadian,” jelas Rai Dirga.

Sedangkan Kuasa Hukum FH, Alexius Barung mengaku, pihaknya telah menyepakati akta perdamaian.

Bahkan laporan kepada kepolisian pun telah dicabut.

Ia pun berharap, kedepannya tidak ada lagi kejadian buntut dari permasalahan tersebut.

“Kami memang selalu buka ruang untuk berdamai. Karena kami berada di bali maka dari itu kami mohon kepada semua pihak agar ke depannya selalu damai dan tidak ada lagi implikasi dari kasus ini untuk ke depannya,” ungkapnya.

Pihaknya juga menyebutkan, telah menyetujui permintaan Desa Adat Jimbaran terkait pelaksanan upacara bendu piduka.

Bahkan seluruh biaya yang akan digunakan untuk upacara juga akan ditanggung oleh pihaknya.

“Untuk penanggung jawab perihal upacaranya itu dan canang dan sebagainya itu kami yang bertanggung jawab. Karena kami ingin agar tanah Bali ini selalu damai dan tidak ada lagi pertumpahan darah,” paparnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#damai #polsek kuta selatan #desa adat #Bendu Piduka #jimbaran