BALIEXPRESS.ID - Kepolisian terus melakukan penyelidikan terhadap kasus penemuan mayat wanita yang sempat menggegerkan wisatawan di Pantai Kuta, Badung, pada Selasa (2/12), lalu. Terbaru, sudah ada titik terang mengenai identitas korban.
Berdasarkan perkembangan hasil penyelidikan, Kasi Humas Polresta Denpasar Kompol I Ketut Sukadi mengungkapkan bahwa korban diketahui bernama Rizka Venita Sevtiani, 26.
Wanita muda itu berasal dari Desa Wangunsari, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat.
"Identitas dapat diketahui setelah dilakukan penyelidikan oleh Unit Identifikasi terhadap sidik jari mayat korban," beber Kompol Sukadi, Jumat (5/12).
Namun, upaya polisi tak berhenti sebatas untuk mengetahui identitas saja.
Lantaran, kasus ini masih menyimpan banyak misteri dan teka-teki yang perlu diungkapkan. Utamanya, apa penyebab tewasnya Rizka?
Bagaimana bisa jenazah perempuan cantik ini terombang-ambing di lautan? Oleh karena itu, proses penyelidikan pun terus berlanjut.
"Mengenai penyebab kematian, masih diselidiki lagi," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, sesosok mayat wanita muda tanpa identitas, membuat geger wisatawan yang berkunjung di Pantai Kuta, Badung, pada Selasa (2/12), pukul 13.15 WITA.
Penemuan ini diawali ketika dua orang petugas Balawista Badung bernama I Made Mardika, 30, dan I Made Mardiasa, 38, melakukan tugas jaga siang di Pos Pantau Balawista Pantai Kuta.
Lalu, mereka melihat sesuatu di tengah ombak yang dikira sampah kayu.
Namun, ada seorang wisatawan asing (Tidak diketahui namanya) yang sedang bermain selancar, melambai-lambaikan tangan seperti meminta tolong.
Sehingga, kedua saksi mengambil papan rescue (Papan penyelamat) untuk berenang ketengah, guna menolong/mendekati WNA itu.
Ternyata, turis itu menunjukan ada mayat yang mengapung. Ciri-ciri korban menggunakan gaun tanpa lengan menutupi setinggi paha, berwarna hitam, tidak bermotif, menggunakan celana pendek berwarna hitam.
Korban juga mengenakan perhiasan, berupa sepasang anting berbentuk oval warna putih, dan pada leher terdapat satu buah kalung berwarna putih dan berisi liontin berbentuk hati berwana putih. Berikutnya, jenazahnya dievakuasi ke pinggir pantai dan dibawa ke RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah Denpasar.
Kepolisian yang menerima informasi temuan ini pun mendatangi TKP dan meminta keterangan saksi-saksi.
Unit Ident Polresta Denpasar lantas melakukan Identifikasi dan pengambilan sidik jari korban di kamar jenazah. Aparat juga mengajukan permohonan Visum Et Revertum terhadap Mrs X. (*)
Editor : I Gede Paramasutha