Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tak Hanya Seng, Petani di Jatiluwih Tabanan Pasang Plastik Hitam di Areal Persawahan

IGA Kusuma Yoni • Sabtu, 6 Desember 2025 | 15:14 WIB

 

Petani Jatiluwih, Tabanan, memasang plastik sepanjang 40 meter di sepanjang jalan subak Jatiluwih.
Petani Jatiluwih, Tabanan, memasang plastik sepanjang 40 meter di sepanjang jalan subak Jatiluwih.

BALIEXPRESS.ID- Aksi protes para petani serta warga di Subak Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan terus berlanjut.

Setelah  memasang 15 seng, pada Jumat (5/12/2025), petani kembali melakukan aksi protes dengan memasang plastik hitam dan tambahan seng di sejumlah titik persawahan.

I Nengah Sridana, salah seorang petani dari Subak Jatiluwih, mengungkapkan, aksi protes terhadap penutupan 13 bangunan ini akan terus berlanjut. 

Jika sehari sebelumnya petani memasang seng, maka pada Jumat mereka memperluas aksi dengan membentangkan plastik hitam.

“Kami memasang plastik sepanjang sekitar 40 meter di sepanjang jalan subak. Aksi ini bukan semata bentuk protes, tetapi upaya mendorong pemerintah agar segera duduk bersama warga agar mencarikan solusi terbaik,” jelasnya.

Menurut Srinada, protes lanjutan ini dilakukan agar pemerintah lebih memperhatikan nasib petani kecil yang menggantungkan hidup dari usaha sederhana di kawasan pertanian.

Srinada yang memiliki lahan sedikit mengaku sangat dirugikan dengan penyegelan yang dilakukan beberapa waktu lalu.

“Saya memiliki lahan 10 are, dulunya kandang sapi yang hanya sedikit dimodifikasi, tetapi tetap ikut disegel. Kami ingin pemerintah mendengar suara rakyat, jangan hanya memberi janji," ungkapnya.

Sementara itu, pemilik Warung Wayan Jatiluwih, I Wayan Subadra, menyebutkan pemasangan seng ini merupakan bentuk solidaritas sekaligus desakan mereka kepada pemerintah agar segera membuka ruang dialog dan mencari solusi terbaik atas polemik penutupan sejumlah akomodasi wisata warga oleh Pansus TRAP DPRD Bali dan Satpol PP Bali pada Selasa (2/12/2025) lalu.

“Pemasangan ini merupakan aksi lanjutan dari pemasangan seng kemarin. Total ada 30 seng kembali dipasang di sekitar Warung Sunari yang sebelumnya ditutup oleh Pansus TRAP, kemudian, di sepanjang jalan subak sisi selatan warung total ada 45 seng,” jelasnya

Selain pemasangan seng itu, Subadra menyebutkan aksi ini akan berlanjut lagi, karena masih ada kiriman 65 seng tambahan akan akan dipasang di titik strategis di areal persawahan Jatiluwih sehingga mengganggu aktivitas wisata.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tabanan I Gede Susila serta Kepala Dinas Pariwisata Tabanan Anak Agung Ngurah Satria Tenaya ketika dikonfirmasi terkait dengan aksi ini, belum memberikan tanggapan. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#Jatiluwih #tabanan #petani protes