Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kembalikan Martabat Joged Bumbung, Widya Putri Tampil dengan Pakem Bukan Sensasi

Wiwin Meliana • Senin, 8 Desember 2025 | 16:10 WIB

Penari Joged Bumbung asal Singaraja Widya Putri
Penari Joged Bumbung asal Singaraja Widya Putri

BALIEXPRESS.ID – Di tengah maraknya konten joged bumbung yang sering menuai kritik karena dianggap keluar pakem dan terlalu menonjolkan sensasi, sosok muda bernama Iluh Widya Putri hadir membawa angin segar. Penari yang akrab disapa Widya Putri ini menjadi perbincangan publik berkat kemampuannya menampilkan joged bumbung dengan pakem Bali yang kuat, namun tetap menghadirkan sentuhan banyolan yang sopan, halus, dan menghibur.

Baca Juga: STMIK Bandung Bali Gelar Wisuda ke-12, Tanda Kuatkan Langkah Menuju Kampus Berdaya Saing Global

Sejak kecil, Widya telah menunjukkan kecintaannya pada seni tari tradisional Bali. Berawal dari penampilan sederhana di acara perpisahan kakak kelas—ketika ia masih duduk di kelas 3 SD—Widya mulai menapaki dunia tari dengan lebih serius saat memasuki kelas 6 SD hingga menuntaskan pendidikan tinggi.

Bakatnya juga didukung oleh lingkungan keluarga. Sang ibu dikenal memiliki kecintaan besar terhadap joged bumbung, sehingga darah seni sudah mengalir dalam dirinya sejak kecil.

Ketertarikan Widya terhadap joged bumbung kian kuat saat ia menyaksikan pertunjukan di desanya. Ia rela berjalan kaki demi menonton, hanya untuk merasakan perpaduan energik antara gerak penari dan tabuh joged. Awalnya, ia sempat bercita-cita menjadi penyanyi. Namun dunia tari menjadi pilihan hidupnya, meski sempat ditentang orang tua karena stigma negatif di media sosial.

Perjalanannya tak selalu mulus. Widya mengaku pernah meniru gaya joged yang kurang pantas akibat salah referensi. Namun ketika bergabung dengan sanggar tari, ia mendapat bimbingan dari para senior hingga akhirnya memahami pakem, etika panggung, dan kehormatan dalam seni joged bumbung.

Baca Juga: 60 Perempuan Hebat Badung Dikader: PDI Perjuangan Luncurkan Program Penggerak Akar Rumput

Fenomena joged bumbung yang dianggap “kebablasan” membuat Widya bersuara lantang.

“Seni itu tidak boleh ada unsur erotis. Widya ingin melestarikan budaya yang diturunkan leluhur dengan cara yang benar,” tegasnya.

Widya mengingatkan bahwa joged bumbung telah menjadi Warisan Budaya Takbenda UNESCO, sehingga para pelaku seni wajib menjaga marwah dan citra Bali. Banyolan boleh ada, namun tidak boleh menghilangkan nilai keanggunan dan estetika.

Dalam setiap penampilannya, Widya memadukan gerak pakem dengan banyolan halus seperti ekspresi nyeledet, gerak kaget, atau humor ringan bersama pengibing. Inilah yang membuatnya digemari banyak penonton. Meski begitu, ia tetap menjaga batas agar tidak menyinggung estetika maupun etika joged bumbung.

Dalam kehidupan pribadi, Widya mengakui memiliki pacar yang mendukung penuh profesinya. Namun ia memahami bahwa kecemburuan adalah sesuatu yang wajar.

“Yang penting Widya yakinkan bahwa Widya bukan penari yang seperti orang pikirkan. Widya ingin menjaga seni ini tetap baik,” ujarnya.

Widya memberikan pesan tegas kepada penari muda yang ingin terjun ke dunia joged bumbung.

Baca Juga: TPA Suwung Segera Tutup, Pemkab Badung Upayakan Kelola Sampah Sendiri

Menurutnya, banyak yang sekadar tergiur penghasilan tanpa memahami budaya atau memiliki mental yang siap.

“Sekolah tetap nomor satu. Joged itu hobi dan pekerjaan sampingan. Mental harus siap karena di lapangan kita tidak tahu bagaimana perlakuan pengibing,” katanya.

Ia menekankan pentingnya belajar dari senior agar tidak salah arah, serta memahami nilai-nilai budaya sebelum tampil di panggung.

Di akhir, Widya menyampaikan rasa hormat kepada para sesepuh seni yang membentuk tradisi joged bumbung hingga kini.

“Widya ingin suatu saat nanti anak Widya juga mencintai seni, memahami pakem, dan bisa meneruskan apa yang Widya jalani,” tuturnya dengan penuh harapan.

Dengan dedikasi dan komitmennya, Widya Putri bukan hanya menjadi penari muda berbakat, tetapi juga simbol perjuangan menjaga martabat joged bumbung sebagai seni tradisi Bali yang agung, beretika, dan penuh nilai budaya.

Editor : Wiwin Meliana
#sensasi #joged bumbung #pakem