BALIEXPRESS.ID - Desa Adat Kuta kembali akan menggelar upacara nangluk merana pada 14 Desember 2025.
Upacara ini akan dimulai sejak pukul 06.00 Wita, sejumlah ruas jalan pun akan ditutup.
Meski demikian para pengendara akan diarahkan petugas di lapangan selama pengalihan arus lalu lintas.
Baca Juga: Pura Desa Bengkala dan Keunikan Meru Tumpang 11: Jejak Sejarah Bali Kuno yang Tetap Hidup
Bendesa Adat Kuta, I Komang Alit Ardana, mengatakan, Nangkluk Merana dan pecaruan sasih ini merupakan tradisi tahunan yang dilaksanakan pada sasih keenam, sesuai awig-awig adat.
Dalam pelaksanaan upacara, sejak pukul 06.00 Wita enam pelawatan barong di wilayah Kuta akan diiring menuju berbagai pertigaan dan perempatan jalan untuk prosesi pecaruan.
“Tujuannya untuk menetralisir aura negatif. Karena itu pecaruan dilaksanakan di setiap pertigaan dan perempatan sebelum masing-masing,” ujar Alit Ardana, Jumat (12/12).
Baca Juga: Moderasi Beragama dalam Hindu, Semai ajaran Vasudhaiva Kutumbakam, Semua adalah Bersaudara
Pihaknya menyebutkan, sebagian besar akses jalan menuju Kuta akan ditutup sementara. Namun penutupan inj bersifat dinamis mengikuti jalannya prosesi upacara.
“Perkiraan paling lambat hingga jam 12.00 Wita, sistem buka–tutup tetap berjalan,” ungkapnya.
Sementara, Ketua LPM Kelurahan Kuta, I Putu Adnyana menerangkan, rekayasa lalu lintas dilakukan mulai dari pintu masuk Kuta.
Baca Juga: Jalani Sidang di PN Denpasar, Artis Film Dewasa Bonnie Blue Dihukum Bayar Denda Rp 200 Ribu
Untuk itu, seluruh kendaraan dari arah bandara dialihkan ke Jalan Bypass Ngurah Rai.
Kemudian untuk arus keluar Kuta akan diarahkan mengikuti skema rekayasa lalin.
“Saat masuk dari Jalan Setia Budi, kendaraan akan kami alihkan ke Bypass. Untuk keluar dari Kuta masih diperbolehkan, tetapi tetap dengan sistem buka–tutup. Jika di tiap perempatan sudah selesai prosesi, maka bisa kami buka kembali,” terang Adnyana.
Ia menjelaskan, fokus utama kegiatan berada di Pantai Kuta sehingga arus masuk harus benar-benar diperhatikan.
Pengamanan dan pengalihan arus pun telah dikoordinasikan dalam rapat bersama Polsek Kuta, Dinas Perhubungan, Babinsa, Linmas, dan Satpol PP.
Bahkan sejumlah titik kawasan Kuta meliputi Pantai Kuta, Jalan Pantai Kuta, Jalan Legian, Jalan Mataram, Jalan Raya Kuta, Jalan Singosari, Jalan Buni Sari, Jalan Kalianget, Jalan Blambangan, Jalan Kediri Tuban, hingga Jalan Kubu Anyar akan menjadi lokasi buka tutup arus selama upacara berlangsung.
Pengendara dari Denpasar, Tuban, maupun bandara diminta menghindari jalur masuk desa adat pada rentang waktu pukul 06.00–12.00 Wita.
“Semua sudah siap untuk mengamankan pengalihan arus lalu lintas nanti, harap semua maklum,” paparnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga