BALIEXPRESS.ID – Pemerintah Desa Sayan menggelar Musyawarah Desa (Musdes) untuk penetapan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (RAPBDes) Tahun 2026 di Aula Kantor Desa Sayan, Ubud, pada Jumat (12/12).Kegiatan ini dihadiri oleh perangkat desa, BPD, para kepala wilayah (kawil), tokoh masyarakat, serta perwakilan lembaga desa lainnya. Musdes berlangsung kondusif dan menjadi ruang penting dalam penyelarasan program pembangunan desa tahun mendatang.
Dalam pemaparan awal, tim penyusun RAPBDes menjelaskan bahwa dokumen anggaran tahun 2026 disusun berdasarkan kebutuhan prioritas desa, mulai dari penguatan pelayanan masyarakat, pembangunan fisik, pemberdayaan ekonomi, hingga pengembangan sektor sosial budaya. Beberapa usulan dari masyarakat yang telah dihimpun dalam musyawarah sebelumnya juga dipertimbangkan untuk dimasukkan dalam rancangan final RAPBDes.
Di tengah jalannya musyawarah, salah satu kawil di Desa Sayan, I Wayan Iwan Sugiawan, menyampaikan keluhan terkait lambannya respons dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Gianyar dalam menangani pohon lapuk di wilayah Banjar Penestanan. Ia menegaskan kondisi pohon yang berada di jalan dekat jembatan menuju Pura Campuhan Ubud itu semakin mengkhawatirkan dan berpotensi membahayakan pengguna jalan maupun masyarakat sekitar.
Iwan menekankan bahwa laporan mengenai kondisi pohon telah beberapa kali disampaikan, namun belum ada tindak lanjut yang siginifikan dari pihak terkait. “Kami khawatir jika tidak segera ditangani, pohon lapuk tersebut dapat tumbang sewaktu-waktu. Lokasinya berada di jalur yang cukup ramai dilalui masyarakat dan wisatawan, saat kami sampaikan ke dinas malah oper sana sini, kalau tidak bisa bilang saja tidak,” ujarnya dalam forum musyawarah tersebut.
Menanggapi keluhan itu, Pj Perbekel Desa Sayan, Jro Mangku Ketut Gde Kesumawijaya, menyampaikan komitmennya untuk segera berkoordinasi dengan DLHK Gianyar. Ia menegaskan bahwa keselamatan masyarakat adalah prioritas utama, sehingga laporan mengenai pohon lapuk akan didorong untuk ditangani sebelum menimbulkan korban maupun kerusakan. “Kami akan tindak lanjuti segera agar tidak menunggu kejadian yang tidak kita inginkan,” tegasnya.
Musdes kemudian ditutup dengan kesepakatan bersama mengenai penetapan RAPBDes 2026, disertai harapan agar seluruh program yang direncanakan dapat berjalan maksimal. Pemerintah Desa Sayan juga menekankan pentingnya kerja sama dan komunikasi antarwilayah untuk memastikan setiap permasalahan masyarakat dapat ditangani secara tepat dan cepat. (ade)