BALIEXPRESS.ID – Insiden gigitan anjing terjadi di Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Bali, pada Minggu (14/12/2025).
Seekor anjing menyerang dua warga di lokasi berbeda, sehingga memicu kekhawatiran adanya paparan rabies.
Petugas dari Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung langsung mengambil langkah cepat dengan melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap hewan tersebut.
Untuk memastikan status penyakitnya, tim Distan Klungkung mengambil sampel otak anjing pada Senin (15/12/2025) pagi untuk diuji di laboratorium.
Anjing tersebut diduga sebagai hewan peliharaan, karena diketahui mengenakan rantai di bagian leher.
Namun demikian, tidak ada yang mengaku sebagai tuan dari anjing tersebut.
Perangkat Desa Paksebali, Cokorda Istri Agung Dwihandayani, mengatakan korban gigitan masing-masing bernama Ni Wayan Kepik dan I Kadek Bagiasa.
Kepik, yang diketahui mengalami gangguan kejiwaan, diserang saat berada di luar rumah dan mengalami luka di lengan serta kaki.
Setelah kejadian tersebut, anjing yang sama bergerak menuju kandang ternak milik Bagiasa dan menyerang unggas di dalamnya.
Saat pemilik kandang berusaha mengamankan ternak, anjing itu kembali bersikap agresif dan menggigit tangan Bagiasa.
"Anjing itu mau pergi setelah dipukul, tidak lama kembali lagi dan menggigit tangan Bapak Bagiasa yang saat itu mau menutup pintu kandang," ungkapnya.
Melihat pola serangan berulang dalam waktu singkat, pihak desa menduga anjing tersebut menunjukkan gejala rabies.
Sementara kedua korban telah mendapatkan penanganan medis dan vaksin sebagai langkah antisipasi.
"Potensi anjing liar di Paksebali masih cukup tinggi, padahal berbagai upaya telah dilakukan untuk menekan jumlah anjing liar," tandasnya. (*)
Editor : I Made Mertawan