Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bali Kondusif dan Aman ‘Tuk Dikunjungi, Koster Tegaskan Tak Ada Lagi Ancaman Bibit Siklon maupun Banjir

Rika Riyanti • Kamis, 25 Desember 2025 | 03:12 WIB

AMAN: Gubernur Bali Wayan Koster
AMAN: Gubernur Bali Wayan Koster

 

 

BALIEXPRESS.ID — Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa kondisi Bali saat ini hingga awal tahun 2026 berada dalam situasi yang aman dan kondusif, baik dari sisi cuaca, keamanan, maupun kesiapan layanan pariwisata.

Ia juga membantah keras narasi di media sosial yang menyebut Bali sepi dari kunjungan wisatawan mancanegara.

Menanggapi beredarnya informasi tersebut, Koster menyatakan bahwa kabar Bali sepi wisatawan asing tidak sesuai dengan data resmi.

“Berita ini sama sekali tidak benar, berita bohong (hoax), yang menyesatkan masyarakat,” tegasnya, Rabu (24/12).

Baca Juga: Kolaborasi Seniman Indonesia dan Swiss Berbicara tentang Alam di ARMA Museum Ubud Bali

Ia memaparkan, berdasarkan data kedatangan wisatawan mancanegara sepanjang Desember 2025, justru terjadi tren peningkatan.

“Pada bulan Desember dari tanggal 1 sampai 22 Desember 2025, jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Bali cenderung meningkat, bahkan setelah tanggal 19 Desember sudah mencapai angka lebih dari 22.000 sampai lebih dari 23.000 orang per hari,” ujar Koster.

Secara kumulatif, jumlah wisatawan mancanegara sepanjang tahun 2025 juga menunjukkan capaian signifikan.

“Dari bulan Januari sampai tanggal 22 Desember 2025, jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Bali sudah mencapai lebih dari 6,8 juta orang,” katanya.

Baca Juga: Inspirasi Hari Ibu, BRI Peduli Perkuat Peran Ibu Penggerak Usaha Perempuan melalui Program AURA di Bali

Menurutnya, hingga akhir Desember 2025 jumlah tersebut masih berpotensi meningkat.

“Sampai tanggal 31 Desember, setelah tanggal 25 Desember karena cenderung meningkat, sehingga diperkirakan akan mencapai angka pada kisaran 7 juta orang,” jelas Koster.

Ia membandingkan capaian tersebut dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Pada tahun 2024 dari bulan Januari sampai Desember, jumlah wisatawan mancanegara mencapai 6,30 juta orang, dan pada tahun 2019 jumlah wisatawan mancanegara mencapai 6,27 juta orang,” ungkapnya.

Koster menegaskan, angka tersebut menunjukkan kebangkitan pariwisata Bali.

“Artinya jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Bali pada tahun 2025 sudah meningkat antara 500.000 sampai 700.000 orang. Pencapaian angka 7 juta orang wisatawan mancanegara justru merupakan angka tertinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, bahkan sebelum pandemi Covid-19 belum pernah mencapai angka 7 juta,” katanya.

Baca Juga: Ekonomi Bali 2025 Menguat di Tengah Euforia Pariwisata dan Tantangan Struktur

“Jadi, sesungguhnya pariwisata Bali sudah pulih dan bahkan bangkit kembali melampaui pencapaian angka sebelum pandemi Covid-19,” imbuh Koster.

Meski demikian, ia mengakui terdapat penurunan pada wisatawan nusantara.

“Yang mengalami penurunan adalah jumlah wisatawan nusantara/domestik. Pada tahun 2025, dari bulan Januari sampai tanggal 22 Desember baru mencapai 9,1 juta orang, lebih rendah dari jumlah tahun 2024 yang mencapai 10,1 juta orang,” ungkapnya.

Dengan demikian, total kunjungan wisata tahun ini sedikit di bawah tahun sebelumnya.

Baca Juga: Satgas Kamseltibcarlantas Ops Lilin Agung 2025 Laksanakan Patroli Jalur Rawan di Gianyar

“Total jumlah wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara pada tahun 2025 baru mencapai 15,9 juta orang, sedikit lebih rendah dari jumlah pada tahun 2024 yang mencapai 16,4 juta orang,” katanya.

Terkait kondisi cuaca, Koster menegaskan bahwa Bali berada dalam situasi aman.

"Berdasarkan informasi BMKG, curah hujan diperkirakan normal, kategori ringan sampai lebat, namun masih di bawah 100 mm/hari, yang memang terjadi secara reguler pada musim hujan,” ujarnya.

Ia juga memastikan tidak ada lagi ancaman siklon.

 

"Diperkirakan tidak ada lagi ancaman bibit siklon 93S, karena siklon ini sudah muncul pada tanggal 12 sampai 19 Desember 2025, dan sudah hilang,” tegas Koster.

Dengan kondisi tersebut, potensi bencana besar dinilai kecil.

"Memperhitungkan curah hujan dan cuaca tersebut, diperkirakan Bali tidak akan mengalami banjir besar,” katanya.

Dari sisi keamanan, Koster menegaskan Bali juga berada dalam kondisi terkendali.

Baca Juga: Ajukan 5 Tuntutan, Ratusan Truk Ikut Aksi Damai Forum Swakelola Sampah Bali di Kantor Gubernur Bali

“Dari sisi faktor keamanan, saat ini kondisi Bali juga sangat kondusif, telah dilakukan peninjauan ke sejumlah titik oleh Gubernur bersama Kapolda Bali dan instansi terkait lainnya dalam rangka persiapan menyambut Hari Raya Natal dan Tahun Baru,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Bali juga telah meningkatkan kesiapan layanan di bandara.

“Sudah dilaksanakan rapat evaluasi dengan penyelenggara layanan di Angkasa Pura, Bandara I Gusti Ngurah Rai yang dihadiri oleh Manajer PT Angkasa Pura, Imigrasi, dan Bea Cukai untuk meningkatkan kualitas layanan di keberangkatan dan di kedatangan pintu internasional dan domestik,” jelas Koster.

Ia menegaskan, langkah tersebut dilakukan agar wisatawan mendapatkan pelayanan optimal.

Baca Juga: Astra Motor Bali Hadirkan Servis Gratis Honda di Pos Pelayanan Terpadu Terminal Ubung 

“Sehingga wisatawan tidak perlu menunggu lama di pintu imigrasi dan bagasi,” katanya.

Koster juga mengimbau wisatawan asing agar menaati aturan selama berada di Bali.

Ia meminta wisman mematuhi Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 7 Tahun 2025 tentang Tatanan Baru bagi Wisatawan Asing yang memuat ketentuan DO’s and DON’Ts.

Selain itu, ia mengingatkan seluruh pelaku pariwisata untuk menjaga citra Bali.

 

“Menghimbau kepada semua penyelenggara pariwisata; hotel, travel, restoran, dan daya tarik wisata agar memberi layanan terbaik dan berperilaku sopan kepada para wisatawan, menjaga citra baik pariwisata Bali secara bertanggung jawab,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Koster mengajak seluruh pihak untuk tidak menyebarkan narasi negatif.

“Menghimbau semua pihak agar tidak melakukan tindakan dan tidak membuat narasi buruk/hoax di semua platform media yang merugikan citra pariwisata Bali,” katanya.

“Marilah Kita bersama-sama menjaga Alam, Manusia, dan Kebudayaan Bali dengan penuh keadaban,” pungkasnya.(ika)

Editor : Rika Riyanti
#bali #wisatawan #wayan koster #banjir