Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ibadah Natal, Gereja Paroki Roh Kudus Babakan Ingatkan Peran Keluarga

Putu Resa Kertawedangga • Jumat, 26 Desember 2025 | 03:22 WIB

Salah satu momen ibadah Natal di Gereja Paroki Roh Kudus Babakan, Desa Canggu, Kuta Utara, Kamis (25/12).
Salah satu momen ibadah Natal di Gereja Paroki Roh Kudus Babakan, Desa Canggu, Kuta Utara, Kamis (25/12).

BALIEXPRESS.ID - Ribuan umat, Kamis (25/12) merayakan Ibadah Natal di Gereja Paroki Roh Kudus Babakan, Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara.

Dalam perayaan yang penuh khidmat, Natal tahun ini mengisyaratkan untuk memperkuat peran keluarga.

Hal ini sesuai dengan tema yang ditetapkan oleh Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), yakni “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”.

Baca Juga: Desa Adat Kuta Rancang Pengurangan Pedagang Pantai

Pastor Paroki Roh Kudus Babakan, Romo Rony Alfridus Bere Lelo mengatakan, perayaan Natal sejatinya telah dimulai sejak sehari sebelumnya.

Pesan yang ditetapkan oleh PGI adalah Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga.

“Jadi perayaan Natal kali ini fokus pada keluarga. Karena segala sesuatunya, orang muda, anak-anak, semua itu berasal dari keluarga. Keluarga menjadi bagian terpenting dalam kehidupan gereja, maupun masyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujar Romo Rony.

Baca Juga: Kelompok Wanita Tani Kota Pala Yang Tetap Konsisten Sejak Tahun 2019

Ia menyebutkan, keluarga merupakan tempat pertama lahir dan bertumbuhnya iman.

Selain itu, perayaan Natal sejatinya merujuk pada peristiwa kelahiran Yesus yang memilih hadir di tengah sebuah keluarga sederhana.

Karena itu, peran keluarga ditegaskan sebagai ruang utama pertumbuhan iman.

Baca Juga: Kesenian Cekepung Desa Buda Keling, Gunakan Tiga Bahasa, Dipentaskan saat Upacara Agama

“Harapannya semoga perayaan Natal tahun ini banyak keluarga diselamatkan dari berbagai ancaman persoalan dan kesulitan yang dialami. Semoga Yesus lahir tahun ini untuk menyelamatkan banyak keluarga yang ada di gereja dan Indonesia,” ungkapnya.

Terkait rangkaian perayaan Natal tahun 2025, Romo Rony menerangkan, rangkaian perayaan Natal diawali dengan Vigili Natal pada malam 24 Desember sebagai momen persiapan batin menyongsong kelahiran Kristus.

Kemudian dilanjutkan dengan Perayaan Natal pada 25 Desember sebagai ungkapan sukacita atas kelahiran Sang Juru Selamat.

“Jemaat yang hadir sekitar 1.000 orang lebih. Sedangkan jumlah jemaat pada malam sebelumnya lebih banyak,” terangnya.

Dirinya juga mengaku, jemaat yang ikut merayakan Natal saat ini tidak hanya warga di sekitar Canggu.

Melainkan banyak wisatawan asing dan domestik yang kebetulan berlibur di Bali.

“Tidak hanya masyarakat Bali yang beribadah di sini. Saya perhatikan ada dari Jakarta, Manado, Makassar, Bandung, Surabaya hampir semua Indonesia. Mungkin mumpung mereka datang merayakan liburan akhir tahun sekaligus merayakan Natal di Bali,” paparnya.

Disisi lain, Romo Rony menjelaskan, 99 persen umat gereja merupakan masyarakat Bali asli, sehingga masih banyak yang menggunakan pakaian adat Bali.

Tak hanya dari segi pakaian, bahkan arsitektur gereja pun berciri khas Bali sejak 66 tahun lalu.

Hal ini merupakan bagian dari menghargai budaya Bali.

“Gereja Katolik juga menghargai budaya Bali. Termasuk arsitektur bangunan gereja juga khas Bali supaya nuansa Bali adat dan budaya Balinya tidak hilang,” imbuhnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#kuta utara #canggu #babakan #paroki #Natal