BALIEXPRESS.ID- Di tengah iklim media sosial yang serba cepat dan reaktif, Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menunjukkan sikap yang berbeda.
Ia mengingatkan publik agar tidak terburu-buru menilai sebuah persoalan.
Sedana Arta menegaskan dirinya tidak perlu dibela secara berlebihan di media sosial terkait kebijakan yang diambil untuk Bangli.
"Biasa saja. Apa adanya saja," kata Sedana Arta saat memberikan sambutan di sela-sela penyerahan SK PPPK Paruh Waktu, Selasa (30/12/2025).
Sedana Arta juga mengingatkan agar tidak memberikan pujian yang emosional.
Dalam pandangannya, penyampaian informasi di era modern ini harus dilakukan secara apa adanya.
"A dibilang A, B dibilang B. Hitam dibilang hitam, putih dibilang putih,” ujarnya, menekankan pentingnya kejujuran dalam komunikasi publik.
Kepada jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), bupati asal Desa Sulahan, Kecamatan Susut, ini meminta agar tidak takut menyampaikan fakta dan menjawab kritik di ruang publik dengan keyakinan dan data yang benar.
Sedana Arta juga menegaskan bahwa selama memimpin Bangli, dirinya tidak pernah memiliki niat buruk terhadap daerah yang dipimpinnya.
Setiap kebijakan dan langkah yang diambil, menurutnya, selalu diarahkan untuk kepentingan terbaik Kabupaten Bangli dan masyarakatnya.
"OPD tidak usah takut-takut. Jadi kalau menjawab di medsos jawab saja dengan keyakinan bahwa bupatinya tidak pernah punya niat jahat kepada Kabupaten Bangli," terang politikus PDIP ini.
Diketahui, belakangan ini Pemkab Bangli menjadi sorotan di media sosial.
Hal ini menyusul rencana Pemkot Denpasar dan Pemkab Badung membuang sampah di TPA Landih.
Rencana ini mendapat lampu hijau dari pemerintah, sehingga bupati menjadi salah satu objek kritik. (*)
Editor : I Made Mertawan