Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Usaha Ukiran Sanggah di Karangasem Ludes Terbakar Dini Hari, Kerugian Ratusan Juta Rupiah

I Wayan Adi Prabawa • Sabtu, 3 Januari 2026 | 06:56 WIB
Bangunan yang digunakan sebagai tempat usaha ukir di Banjar Dinas Timbrah Beji, Desa Pertima, Kabupaten Karangasem, mengalami kebakaran Jumat (2/1/2026) dini hari. 
Bangunan yang digunakan sebagai tempat usaha ukir di Banjar Dinas Timbrah Beji, Desa Pertima, Kabupaten Karangasem, mengalami kebakaran Jumat (2/1/2026) dini hari. 

BALIEXPRESS.ID- Kebakaran hebat melanda sebuah usaha ukiran sanggah di Banjar Dinas Timbrah Beji, Desa Pertima, Kabupaten Karangasem, Jumat (2/1/2026) dini hari.

Bangunan usaha seluas sekitar 120 meter persegi milik I Made Katon tersebut dilaporkan ludes dilahap api, dengan kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Kobaran api diketahui pertama kali oleh warga sekitar yang terbangun setelah mendengar suara keras dari arah lokasi kejadian.

Saat warga mendekat, api sudah membesar dan menyambar seluruh bangunan yang sebagian besar berisi material kayu. Perbekel Pertima Gusti Ayu Biksuni membenarkan peristiwa tersebut.

Ia mengatakan laporan dari warga langsung ditindaklanjuti dengan menghubungi petugas pemadam kebakaran agar api tidak merembet ke bangunan lain di sekitarnya.

“Api sudah membesar sejak awal diketahui warga. Kami segera menghubungi pemadam kebakaran karena dikhawatirkan menjalar ke rumah penduduk,” ujarnya.

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Karangasem yang tiba di lokasi menghadapi tantangan cukup berat.

Banyaknya bahan mudah terbakar membuat api sulit dikendalikan. Proses pemadaman berlangsung cukup lama hingga akhirnya api dapat dipadamkan setelah sekitar tiga jam.

Untuk menangani kebakaran tersebut, Damkartan Karangasem mengerahkan 15 personel serta lima unit mobil pemadam.

Dalam proses pemadaman, puluhan ribu liter air digunakan guna memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali menyala.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut mengakibatkan kerusakan total pada bangunan dan peralatan usaha.

Sebagian besar bahan baku ukiran sanggah yang berada di dalam lokasi turut hangus terbakar.

Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Aparat desa telah melaporkan kejadian tersebut untuk memastikan sumber api dan mencegah kejadian serupa terulang. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#karangasem #ukiran #kebakaran