BALIEXPRESS.ID- Pemkab Bangli merancang pembangunan baru rumah jabatan Bupati Bangli dengan konsep bangunan megah berarsitektur Bali.
Rumah jabatan yang ada saat ini akan diratakan paling lambat 20 Februari 2026, sebelum dilanjutkan dengan pembangunan ulang.
Kepala Bagian Umum Setda Bangli, I Putu Gede Surya Pujawan, menegaskan rumah jabatan tetap dibangun di lokasi yang sama, yakni di Jalan Lettu Kanten, bahkan dengan luasan yang diperbesar.
Rumah dinas pejabat OPD di bagian belakang yang selama ini tidak dimanfaatkan akan dibongkar sehingga total luas lahan mencapai lebih dari 30 are.
“Rumah jabatan nantinya akan diperluas ke arah belakang,” ujar Pujawan saat ditemui Kamis (8/1/2026).
Ia tidak menampik rumah jabatan bupati akan dibuat megah. Berdasarkan detail engineering design (DED) yang telah disusun tahun lalu, bangunan tersebut dirancang menggunakan arsitektur Bali khas Bangli.
Ke depan, rumah jabatan itu bahkan diharapkan dapat menjadi percontohan rumah bergaya Bali khas Gumi Sejuk.
Menurut Pujawan, pemerintah memutuskan membangun ulang rumah jabatan orang nomor satu di Bangli itu karena kondisi bangunan sekarang sudah memprihatinkan untuk level bupati.
Sejumlah bagian bangunan telah keropos, sementara kebocoran atap kerap terjadi meski telah beberapa kali diperbaiki.
Terkait besaran anggaran, Pujawan mengaku belum bisa memastikan.
Ia menegaskan kewenangan proyek fisik sepenuhnya berada di Dinas Pekerjaan Umum (PU).
Bagian Umum hanya memastikan aset, termasuk proses pembongkaran bangunan lama.
“Pembangunan dilakukan oleh Dinas PU. Anggarannya juga di sana,” tegasnya.
Informasi yang berkembang, pembangunan rumah jabatan bupati tersebut dirancang menelan anggaran hingga Rp30 miliar yang bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK).
Pujawan menilai anggaran besar tersebut sejalan dengan konsep bangunan bergaya Bali dan luas lahan yang tersedia.
“Anggarannya pasti besar karena menggunakan style Bali dan lahannya juga luas,” tandasnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPerkim) Kabupaten Bangli, Dewa Agung Putra Suryadarma, sebelumnya membenarkan rencana pembangunan rumah jabatan bupati dengan konsep arsitektur Bali khas Bangli.
Ia menyebut anggaran yang dirancang memang mencapai Rp30 miliar, namun realisasi pembangunannya tetap menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran. (*)
Editor : I Made Mertawan