Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Longsor Tebing Proyek Tower Turyapada Timpa Rumah Warga Pegayaman, Kerugian Capai Rp35 Juta

Dian Suryantini • Selasa, 13 Januari 2026 | 16:52 WIB

Rumah dan warung milik warga yang terdampak longsoran proyek Turyapada Tower.
Rumah dan warung milik warga yang terdampak longsoran proyek Turyapada Tower.

 

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Peristiwa longsor terjadi di Banjar Dinas Amertasari, Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, pada Sabtu (11/1) malam. Longsor tersebut menimpa sebuah rumah sekaligus warung milik warga setempat bernama Kadek Ribek, akibat ambrolnya tebing proyek pembangunan Tower Turyapada.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 19.00 Wita, saat hujan mengguyur kawasan tersebut. Tebing proyek yang memiliki panjang sekitar 30 meter dan tinggi kurang lebih 10 meter dilaporkan longsor dan menghantam bangunan milik korban. Tebing tersebut diketahui tidak dilengkapi senderan atau penguat tebing, sehingga rentan runtuh saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Material longsoran berupa tanah dan bebatuan menimpa rumah dan warung korban dengan luas terdampak sekitar 15 meter panjang dan 8 meter lebar. Akibat kejadian ini, bangunan mengalami kerusakan berat, terutama pada bagian dinding dan atap, sehingga tidak lagi layak untuk ditempati.

“Menindaklanjuti kejadian tersebut, tim terkait telah melaksanakan asesmen di lokasi kejadian. Selain melakukan pendataan dampak bencana, petugas juga menyerahkan bantuan darurat kepada korban sebagai bentuk respons awal penanganan bencana. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban korban dalam memenuhi kebutuhan dasar pascakejadian,” ujar Kepala BPBD Buleleng, I Gede Suyasa, Selasa (13/1).

Baca Juga: Genangan Tahunan di Pancasari, PUTR Buleleng Fokuskan Penanganan Drainase

Berdasarkan hasil pendataan sementara, nilai kerugian akibat longsor ini ditaksir mencapai sekitar Rp35 juta. Kerusakan tersebut dikategorikan sebagai kerusakan berat, mengingat kondisi bangunan yang terdampak langsung oleh material longsoran.

Paska kejadian, Kadek Ribek bersama keluarganya terpaksa mengungsi ke rumah saudara terdekat demi alasan keselamatan. Hingga saat ini, rumah yang tertimpa longsor masih dalam kondisi berbahaya, terutama jika terjadi hujan susulan yang berpotensi memicu longsor lanjutan.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius, mengingat lokasi longsor berada di sekitar area proyek pembangunan infrastruktur berskala besar. Warga sekitar berharap adanya penanganan lanjutan, termasuk penguatan tebing dan evaluasi teknis proyek, guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari. ***

Editor : Dian Suryantini
#turyapada #senderan #pegayaman #hujan #buleleng #longsor #proyek