Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Hipotermia di Gunung Agung Karangasem, Remaja 18 Tahun Tak Bisa Langsung Dievakuasi Turun

I Wayan Adi Prabawa • Rabu, 14 Januari 2026 | 07:17 WIB
Tim SAR Gabungan melakukan evakuasi terhadap pemuda di Gunung Agung, Karangasem, Selasa (13/1/2026).
Tim SAR Gabungan melakukan evakuasi terhadap pemuda di Gunung Agung, Karangasem, Selasa (13/1/2026).

BALIEXPRESS.ID - I Ketut Yedija,18, harus mendapat pertolongan dari tim SAR Gabungan saat melakukan aktivitas mendaki Gunung Agung, Karangasem.

Remaja ini mengalami penurunan suhu tubuh di tengah perjalanan, pada Senin (12/1/2026).

Yedija berangkat mendaki gunung tertinggi di Bali itu bersama seorang rekannya dari jalur Pura Pengubengan, Desa Besakih.

Ia mengalami hipotermia di tengah perjalanan. Kondisi itu membuatnya memerlukan bantuan untuk kembali ke dataran. 

Informasi pendaki butuh pertolongan itu diterima oleh Polsek Rendang hingga Basarnas.

Berselang beberapa saat kemudian, tim SAR Gabungan langsung melakukan pencarian.

Bukan hanya dari pihak kepolisian dan tim Basarnas, proses tersebut juga melibatkan pemandu lokal.

Koordinator Lapangan Basarnas Putu Handika Bhayangkara menyampaikan, target ditemukan oleh tim pemandu lokal di pos 2 dengan ketinggian 2.400 Mdpl.

Perjalanan turun tidak bisa langsung dilakukan lantaran terkendala cuaca.

Mereka pun akhirnya diam di lokasi tersebut sembari menunggu situasi aman.

"Selama 4 jam pencarian akhirnya target dapat kami temukan pada ketinggian 2400 MDPL dalam keadaan selamat," ujarnya, Selasa (13/1/2026).

Target berhasil sampai di bawah pada Selasa pagi. Yedija kemudian langsung diserahkan kepada keluarganya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#gunung agung #hipotermia #karangasem #pendaki