BALIEXPRESS.ID – Kerusakan infrastruktur akibat cuaca ekstrem di wilayah Kabupaten Buleleng memicu kecelakaan bagi warga.
Seorang kurir ekspedisi, I Nyoman Satria Dharma,25, dilaporkan terjatuh ke dasar sungai setelah sepeda motor yang dikendarainya melewati jembatan putus di ruas jalan penghubung Desa Dapdap Putih menuju Desa Bongancina, Kecamatan Busungbiu, Sabtu (17/1/2026) sore.
Peristiwa nahas tersebut terjadi tepat di KM 50,400, Banjar Dinas Tista, Desa Dapdap Putih sekitar pukul 15.00 Wita.
Korban yang mengendarai sepeda motor Honda Scoopy dengan nomor polisi DK 3314 UBV tidak menyadari bahwa akses jembatan yang dilaluinya telah ambruk total akibat terjangan banjir bandang yang dipicu hujan lebat beberapa hari terakhir.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban yang merupakan warga Jalan Udayana, Banjar Tegal, Singaraja, tengah menjalankan tugasnya mengirim paket menuju arah Desa Bongancina.
Kondisi jalan yang menurun serta minimnya tanda peringatan di sekitar lokasi diduga membuat korban tidak sempat mengerem saat melihat celah jembatan yang sudah hilang.
"Saat melintas di lokasi kejadian, pengendara tidak dapat mengendalikan kendaraannya dan langsung terjatuh ke sungai dari jembatan yang terputus. Korban beserta sepeda motornya tercebur ke dasar sungai," ujar Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, saat memberikan keterangan resmi pada Minggu (18/1/2026).
Warga sekitar yang mendengar dentuman keras segera menuju lokasi dan memberikan pertolongan pertama.
Meski terjatuh dari ketinggian jembatan, Satria Dharma ditemukan dalam kondisi sadar.
Pasca-kejadian, korban langsung dilarikan ke Puskesmas I Busungbiu. Akibat insiden tersebut, Satria mengalami luka lecet serius pada tangan kiri serta pembengkakan pada lutut kaki kanan.
Untuk memastikan tidak ada cedera dalam yang fatal, pihak medis kemudian merujuk korban ke RS Parama Sidhi Singaraja.
"Dugaan awal karena kurang waspada dan tidak menyadari adanya jembatan yang terputus. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kerugian materiil berupa kerusakan kendaraan diperkirakan mencapai Rp1 juta," tambah Iptu Yohana.
Putusnya jembatan di Banjar Dinas Tista ini menjadi sorotan warga setempat. Jalur ini merupakan akses vital yang menghubungkan Desa Dapdap Putih dengan Desa Bongancina.
Terputusnya jembatan tidak hanya membahayakan keselamatan pengguna jalan, tetapi juga melumpuhkan aktivitas ekonomi dan distribusi logistik antar-desa.
Pihak kepolisian telah memasang garis polisi dan tanda peringatan darurat di sekitar lokasi untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Polisi mengimbau masyarakat agar ekstra waspada, terutama saat melintasi jalur perbukitan di musim penghujan.
"Kami meminta seluruh pengguna jalan untuk lebih berhati-hati dan selalu memantau informasi mengenai kondisi jalur yang akan dilewati, terutama wilayah yang terdampak bencana alam," tutup Yohana. (*)
Editor : I Made Mertawan