BALIEXPRESS.ID — Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang menerjang wilayah Kabupaten Gianyar, Bali, Rabu (21/1) dini hari. Peristiwa ini menyebabkan puluhan rumah warga rusak serta sejumlah kendaraan mengalami kerusakan akibat tertimpa bangunan garase yang roboh.
Wilayah terdampak terparah berada di Kecamatan Sukawati, khususnya Desa Batubulan Kangin. Berdasarkan data sementara, sedikitnya 21 rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi. Selain itu, sejumlah bangunan suci seperti merajan dan pura, serta fasilitas umum juga tidak luput dari terjangan angin kencang.
Salah satu warga yang terdampak cukup parah adalah I Wayan Priana, warga Banjar Batuaji, Desa Batubulan Kangin. Hampir seluruh bangunan di lingkungan rumahnya mengalami kerusakan berat akibat angin kencang yang terjadi sekitar pukul 02.00 wita.
“Sekitar pukul setengah dua saya sudah bangun karena melihat atap rumah beterbangan. Saya langsung membangunkan keluarga karena sangat takut. Tidak lama kemudian balai rumah roboh dan kami semua berusaha menyelamatkan diri,” tutur I Wayan Priana saat ditemui di lokasi kejadian.
Saat kejadian, terdapat empat orang di dalam rumah, yakni kedua orang tuanya, dirinya, dan sang adik. Beruntung, tidak ada korban luka maupun jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material yang dialami diperkirakan mencapai Rp800 juta.
Selain merusak rumah warga, angin kencang juga merobohkan atap sebuah bangunan garase. Akibatnya, puluhan kendaraan yang terparkir di dalamnya ikut terdampak. Tercatat sebanyak 28 unit mobil dan tiga sepeda motor mengalami kerusakan ringan hingga sedang.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gianyar, Ida Bagus Putu Suamba, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 02.30 wita. BPBD segera menerjunkan petugas ke lokasi untuk melakukan penanganan awal.
“Angin kencang melanda wilayah Sukawati, meliputi Desa Batubulan Kangin, Desa Guwang, dan Desa Sukawati. Dampak paling parah terjadi di Desa Batubulan Kangin dengan 21 rumah terdampak, empat merajan, dua pura, serta satu garase roboh,” jelasnya.
Ia menambahkan, selain rumah warga dan garase, angin kencang juga menyebabkan kerusakan pada bangunan pura serta satu gedung sekolah. Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka akibat kejadian tersebut.
Petugas BPBD bersama aparat desa dan masyarakat setempat masih melakukan pendataan lanjutan serta pembersihan material bangunan yang rusak. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama pada malam hingga dini hari, mengingat kondisi cuaca di wilayah Gianyar masih berpotensi berubah secara tiba-tiba. *
Editor : Putu Agus Adegrantika