Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kronologi Dua Warga Jembrana Meninggal Dunia setelah Diserang Tawon di Kebun  

I Gde Riantory Warmadewa • Kamis, 22 Januari 2026 | 07:58 WIB
Evakuasi korban yang ditemukan tergeletak tak bernyawa dikebun di Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Selasa (20/1/2026).
Evakuasi korban yang ditemukan tergeletak tak bernyawa dikebun di Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Selasa (20/1/2026).

BALIEXPRESS.ID – Musibah tragis menimpa dua warga Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana.

Keduanya meninggal dunia usai diduga tersengat tawon saat berada di kebun, Selasa (20/1/2026).

Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan warga setempat. Kapolsek Mendoyo, Kompol I Wayan Sartika, membenarkan kejadian tersebut.

Ia menjelaskan, peristiwa bermula sekitar pukul 15.00 Wita ketika korban Dewa Ketut Suparta,69, tengah beristirahat di bale gubuk miliknya di area kebun.

“Saat hendak memindahkan daun kelapa kering di bawah bale, tanpa disadari terdapat sarang tawon. Tawon kemudian berhamburan dan langsung menyengat korban serta saksi,” ujar Kompol Sartika saat dikonfirmasi, Rabu (21/1/2026).

Diserang secara tiba-tiba, keduanya berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke arah berbeda.

Namun nahas, Dewa Ketut Suparta terjatuh dan kepalanya terbentur akar pohon.

Dalam kondisi terjatuh dan tak berdaya, korban kembali diserang kawanan tawon hingga akhirnya tidak sadarkan diri.

Warga yang datang ke lokasi menemukan korban telah meninggal dunia, lalu mengevakuasi jenazah ke rumah duka.

Hasil pemeriksaan Tim Inafis Polres Jembrana bersama tim medis Puskesmas I Mendoyo menemukan adanya bekas sengatan tawon di tubuh korban, serta luka benturan di bagian kepala.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi.

Sementara itu, korban lainnya Dewa Ayu Made Gati,56, sempat mendapatkan pertolongan medis.

Ia dilarikan ke Puskesmas I Mendoyo dan menjalani perawatan hingga pukul 18.00 Wita, sebelum diperbolehkan pulang.

Namun kondisi korban kembali memburuk beberapa jam kemudian.

“Sekitar pukul 20.00 Wita korban mengalami kejang-kejang dan dibawa kembali ke Puskesmas. Pada pukul 20.30 Wita korban dinyatakan meninggal dunia oleh dokter piket,” pungkas Sartika. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#tawon #yehembang kauh #jembrana