SINGARAJA, BALI EXPRESS – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Buleleng pada Kamis malam (22/1) kembali memicu bencana tanah longsor. Kali ini, longsor terjadi di Banjar Dinas Nangka, Desa Lemukih, Kecamatan Sawan. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 WITA dan menyebabkan gangguan aktivitas masyarakat setempat, terutama pengguna jalan di sekitar lokasi kejadian.
Longsoran tanah di sisi jalan diakibatkan oleh intensitas hujan tinggi yang disertai angin kencang. Longsoran tersebut menggerus badan tanah di pinggir jalan dengan panjang kurang lebih 13 meter dan tinggi sekitar 15 meter.
Beruntung, dalam peristiwa ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Namun demikian, kondisi longsoran dinilai cukup membahayakan karena berpotensi terjadi longsor susulan, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Kepala BPBD Buleleng, I Gede Suyasa mengatakan, menindaklanjuti laporan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) Regu III segera turun ke lokasi untuk melakukan asesmen. Tim melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi longsoran sekaligus menilai dampak yang ditimbulkan bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
“Dalam penanganan awal, TRC Regu III menyalurkan bantuan logistik berupa dua buah terpal. Terpal tersebut digunakan untuk menutup area rawan longsor guna meminimalkan risiko longsoran susulan akibat aliran air hujan,” ujarnya, Jumat (23/1).
Baca Juga: Pansus Tata Ruang DPRD Bali Bergerak ke Buleleng, Segel Sejumlah Proyek di Kawasan Bali Handara
Sementara itu, masyarakat setempat bersama perangkat desa bergerak cepat melakukan gotong royong. Warga bahu-membahu membuat tanggul pengaman air sederhana untuk mengalihkan aliran air hujan agar tidak langsung menggerus tebing yang longsor. Langkah ini dilakukan sebagai upaya darurat sambil menunggu penanganan lanjutan.
Berdasarkan hasil asesmen sementara, kerugian material akibat kejadian ini diperkirakan mencapai sekitar Rp20 juta. Tingkat kerusakan dikategorikan dalam skala sedang. Meski tidak merusak rumah warga, longsoran tersebut cukup mengganggu akses dan aktivitas masyarakat, khususnya pengguna jalan yang melintas di kawasan Banjar Dinas Nangka.
BPBD Buleleng mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan longsor untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca ekstrem. “Curah hujan tinggi yang berlangsung dalam waktu lama dapat meningkatkan potensi terjadinya bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor,” katanya.
Hingga Kamis malam, penanganan di lokasi masih bersifat darurat dan pemantauan terus dilakukan. BPBD memastikan akan berkoordinasi dengan instansi terkait dan pemerintah desa untuk menentukan langkah penanganan lanjutan, termasuk kemungkinan penanganan permanen guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari. ***
Editor : Dian Suryantini