Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Hujan Deras Picu Longsor di Mengening, Senderan Rumah Ambrol, Tiga Motor Terkubur Material

Dian Suryantini • Jumat, 23 Januari 2026 | 09:51 WIB
 
Upaya pembersihan material longsoran di Desa Mengening, Buleleng.
Upaya pembersihan material longsoran di Desa Mengening, Buleleng.
 
SINGARAJA, BALI EXPRESS – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Buleleng kembali memicu bencana. Di Desa Mengening, Kecamatan Kubutambahan, sebuah senderan rumah milik warga dilaporkan jebol pada Kamis (22/1) pagi. Meski tidak menelan korban jiwa, insiden ini mengakibatkan kerugian material yang cukup besar. Material longsoran menimbun sebuah garasi beserta tiga unit sepeda motor di dalamnya.
 
Peristiwa nahas tersebut menimpa kediaman Made Krada, 68, seorang petani yang tinggal di Banjar Dinas Sangker, Desa Mengening. Berdasarkan informasi yang dihimpun, musibah ini terjadi sekitar pukul 06.45 WITA. Diduga, struktur tanah di bawah senderan tidak lagi mampu menahan beban dan resapan air akibat hujan lebat yang turun tanpa henti sejak Rabu (21/1) sore.
 
Kasi Humas Polres Buleleng, IPTU Yohana Rosalin Diaz, saat dikonfirmasi awak media membenarkan adanya laporan mengenai bencana alam di wilayah hukum Polsek Kubutambahan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pemicu utama kerusakan infrastruktur ini adalah faktor cuaca ekstrem.
 
"Laporan yang kami terima menyebutkan bahwa hujan deras memang melanda kawasan tersebut sejak Rabu sore. Akibat akumulasi debit air dan kondisi tanah yang labil, senderan sepanjang kurang lebih 18 meter dengan tinggi 3 meter tersebut akhirnya roboh," ujar IPTU Yohana pada Kamis siang.
 
Robohnya tembok penahan tanah tersebut mengejutkan warga sekitar. Material batu dan tanah yang meluncur ke bawah langsung menghantam bangunan garasi berukuran 5 x 3 meter yang berada tepat di bawahnya. Konstruksi garasi yang tidak kuasa menahan beban material seberat tonase tersebut seketika rata dengan tanah.
 
Di dalam garasi tersebut terparkir tiga unit kendaraan roda dua yang merupakan alat transportasi utama keluarga. Ketiga kendaraan tersebut terkubur material longsoran hingga mengalami kerusakan berat. Adapun unit yang terdampak meliputi satu unit Honda Grand dengan nomor polisi DK 2502 UBD, satu unit Yamaha RX King bernomor polisi DK 5645 VD, serta satu unit motor trail jenis KLX.
 
Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, Made Krada ditaksir mengalami kerugian total mencapai Rp55 juta. Nilai tersebut mencakup kerusakan konstruksi senderan, bangunan garasi yang hancur total, hingga estimasi kerusakan mesin dan fisik pada ketiga sepeda motor yang tertimbun.
 
 
Mengingat curah hujan di wilayah Buleleng masih tergolong tinggi di awal tahun 2026 ini, pihak kepolisian meminta masyarakat untuk lebih proaktif dalam memantau kondisi lingkungan sekitar, terutama bagi warga yang tinggal di daerah perbukitan atau memiliki bangunan di lahan miring.
 
"Kami bersyukur tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kami tetap menghimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat cuaca ekstrem. Pastikan kondisi bangunan penahan tanah atau senderan diperiksa secara berkala guna mencegah terjadinya hal serupa," ujar IPTU Yohana.
 
Hingga berita ini diturunkan, warga setempat dibantu aparat terkait telah mulai melakukan upaya pembersihan material secara gotong royong untuk mengevakuasi kendaraan yang tertimbun. ***
Editor : Dian Suryantini
#hujan deras #garase #mengening #polres buleleng #sepeda motor #longsor