Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Klungkung Rancang Maskot Daerah, Ternyata Kembar dengan Milik Jembrana

I Wayan Adi Prabawa • Selasa, 27 Januari 2026 | 08:04 WIB
Bapemperda melakukan sosialisasi di DPRD Klungkung.
Bapemperda melakukan sosialisasi di DPRD Klungkung.

BALIEXPRESS.ID- Sejumlah tokoh masyarakat Kabupaten Klungkung menyampaikan pandangannya dalam sosialisasi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) terkait Maskot Kabupaten Klungkung, Senin (26/1/2026).

Dalam kegiatan yang berlangsung di ruang Sabha Mandala, Gedung DPRD Klungkung itu, beberapa masukan muncul untuk Sekar Cempaka yang dirancang sebagai maskot Klungkung.

Sosialisasi yang dipimpin oleh Ketua Bapamperda Anak Agung Sayang Suparta itu dihadiri sejumlah anggota dewan serta undangan lainnya.

Dalam pelaksanaan yang melibatkan akademisi itu, dijabarkan secara rinci makna dari Maskot Sekar Cempaka tersebut.

Sekar Cempaka sendiri memiliki arti kasih sayang, cinta, dan keharmonisan yang berwarna putih atau kuning.

Pada bagian daun memiliki harum semerbak. Bunga cempaka bernilai tinggi dan menempati tempat utama dalam persembahyangan sebagai bentuk estetika ritual.

Anak Agung Sayang Suparta menyampaikan, maskot Sekar Cempaka sendiri diberikan oleh Gubernur Bali.

Namun, tidak hanya untuk Kabupaten Klungkung saja, bunga tersebut juga menjadi maskot di Kabupaten Jembrana.

"Untuk Kabupaten Klungkung karena berada di wilayah timur, cempaka warna putih, sedangkan Jembrana warna kuning," ujarnya.

Lebih lanjut, dalam sosialisasi itu juga membahas lagu Sekar Cempaka yang sudah diciptakan beberapa tahun silam.

Dalam lirik tersebut tidak menyebutkan secara spesifik mengenai warna bunga tersebut.

Menghindari terjadinya polemik di kemudian hari, politikus Partai Gerindra itu mengaku Pemkab Klungkung akan mengkoordinasikan hal tersebut ke Pemkab Jembrana.

"Nanti akan dikoordinasikan dengan Pemkab Jembrana," tandasnya.

Merespons sosialisasi itu, usulan pertama datang dari Camat Banjarangkan I Dewa Komang Aswin.

Ia terkesan mendukung apapun keputusan yang dihasilkan nantinya. 

Bahkan, ketika sudah dijadikan maskot, pihaknya mendorong agar di setiap rumah atau kantor menanam pohon tersebut.

"Karena (bunga,red) ini sangat bermanfaat. Apalagi ketika ada upacara keagamaan, harganya cukup mahal," ujarnya. 

Usulan berikutnya datang dari Perbekel Banjarangkan Anak Agung Gde Indrawan Diputra.

Selain Cempaka yang diberikan oleh Gubernur, ia mengusulkan agar terdapat pula dari fauna. "Klungkung terkenal dengan ikan mola-mola," imbuhnya.

Menanggapi usulan tersebut, akademisi Unud Prof. Luh Gede Astariyani menyampaikan, dari penelitian yang dilakukannya, memang pemerintah daerah menggunakan maskot flora. Bahkan tidak boleh lebih dari satu. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#Cempaka #maskot #klungkung