Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

28 Perupa Wajah Art Community Gelar Pameran Lukisan “Humanity” di Goa Gajah

Putu Agus Adegrantika • Kamis, 29 Januari 2026 | 20:05 WIB
PERUPA : Pameran lukisan di kawasan bersejarah Pura Goa Gajah, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar.
PERUPA : Pameran lukisan di kawasan bersejarah Pura Goa Gajah, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar.

BALIEXPRESS.ID – Wajah Art Community kembali menghadirkan perhelatan seni rupa melalui pameran lukisan bertajuk “Humanity” yang digelar di kawasan bersejarah Pura Goa Gajah, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Pameran ini berlangsung selama satu bulan, mulai 25 Januari hingga 25 Februari 2026, dengan mengangkat tema kemanusiaan sebagai refleksi sosial dan ekspresi personal para perupa.

Sebanyak 28 perupa ambil bagian dalam pameran ini dengan menampilkan tiga hingga lima karya per seniman. Ragam karya yang dipamerkan menghadirkan beragam pendekatan artistik, gaya visual, serta gagasan yang kaya dan berlapis, sehingga memberi pengalaman estetik sekaligus ruang kontemplasi bagi para pengunjung.

Pameran “Humanity” secara resmi dibuka oleh Anggota DPRD Gianyar, Gusti Ngurah Made Serana, pada Selasa (25/1) pukul 16.00 Wita. Pembukaan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh apresiasi, dengan kehadiran seniman, pegiat seni, tokoh masyarakat, serta pencinta seni rupa.

Salah satu perupa peserta pameran, Sang Made Budiasa, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya pameran tersebut. Ia berharap pameran ini dapat menjadi ruang perjumpaan, dialog, dan refleksi nilai-nilai kemanusiaan melalui bahasa seni rupa. “Semoga pameran ini memberi makna dan membuka ruang diskusi bagi masyarakat luas,” ujarnya, Kamis (29/1).

Para perupa yang terlibat dalam pameran ini antara lain A. Adi, Acmad Tem, Danta, Syukur, Desire, Genny, Ngurah Astawa, Patrianto, Man Dira, Mahmud Rowi, Sang Made Budiasa, Solikun, Nyoman Antara, Manami, Dewa Merta, Aris Koneng, Soger, Farfan, Mudra, Herman Sanusi, Made Tresna, Huda Fauzan, Fery, Lucky, Imam Syafei, Ainur Rohmah, Bambang, dan Erwin. Selama pameran berlangsung, para perupa turut aktif menjaga jalannya pameran secara bergiliran.

Pameran “Humanity” dijadwalkan berakhir pada Selasa, 25 Februari 2026, dan akan ditutup dengan aksi sosial sebagai wujud kepedulian Wajah Art Community terhadap pelestarian situs bersejarah Goa Gajah. Melalui pameran ini, komunitas tersebut menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang seni dan memperkuat peran seni rupa sebagai medium penyampai nilai-nilai kemanusiaan.

Sementara itu, Gusti Ngurah Made Serana berharap pameran seni rupa seperti ini dapat menjadi wadah pelestarian sekaligus regenerasi seni rupa di Bali, khususnya di Desa Bedulu. Politisi PDI Perjuangan asal Bedulu tersebut juga mendorong lahirnya generasi penerus yang melanjutkan jejak para maestro seni Bali, seperti Gusti Nyoman Lempad dan I Gusti Karang Rangkus, yang telah memberi kontribusi besar dalam sejarah seni rupa Bali. *

Editor : Putu Agus Adegrantika