BALIEXPRESS.ID - Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan surat edaran terkait waspada penyakit virus nipah.
Meski tidak ada ditemukan penularan penyakit zoonotik kepada manusia, seluruh Dinas Kesehatan (Diskes) diminta melakukan langkah antisipasi dan pematauan di wilayahnya.
Diskes Badung pun kini telah melakukan sejumlah upaya antisipasi sesuai dengan SE tersebut.
Bahkan diharapkan ada pemeriksaan di pintu masuk Bali.
Kadiskes Badung, dr. Made Padma Puspita mengatakan, penyakit nipah sejatinya bukan hal baru, sebab kasus ini pertama muncul tahun 2001 di India dan Banglades.
Meski demikian tetap perlu langkah-langkah tepat untuk mengantisipasi penularannya di Kabupaten Badung.
Pihaknya pun kini melalukan langkah antisipasi penyebaran kasus nipah sesuai dengan SE Kemenkes.
“Kami mengikuti surat edaran dari Kemenkes saja, sambil melakukan upaya preventif dengan menjaga kesehatan dan pola hidup bersih dan sehat,” ujar Padma Puspita saat dihubungi Senin (2/2).
Pihaknya menyebutkan, gejala dari penyakit ini mirip dengan penularan virus lain.
Untuk mendeteksi adanya penularan nipah diperlukan pengecekan layaknya mengidentifikasi Covid-19. Namun beruntungnya belum ada penyakit nipah di Kabupaten Badung.
“Untuk saat ini memang belum ditemukan, mudah-mudahan tidak ada,” ungkapnya.
Padma Puspita menerangkan, dalam Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/445/2026 telah memuat tentang langkah surveilens yang harus dilakukan.
Disisi lain, dirinya pun mengharapkan seluruh masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan. Jika mengalami flu diharapkan menggunakan masker.
“Yang penting pola makan baik, jaga imun tubuh, lakukan hidup bersih dan sehat, kalau flu ingat pakai masker," terangnya.
Lebih lanjut pihaknya menambahkan, jika ditemukan kasus nipah maka akan mendapatkan perwatan di ruang isolasi.
Namun tetap dirinya mengaku langkah antisipasi sangat penting.
Ia berharap, pihak karantina melakukan pengawasan di pintu masuk Bali.
“Mudah-mudahan tim Karantina, karena pintu masuk Bali kan banyak, tidak hanya bandara, bisa saja dari kapal pesiar. Namun, saya perhatikan dari RS Prof Ngoerah sudah siap, namun mudah-mudahan tidak ada (kasus),” jelasnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga