BALIEXPRESS.ID - Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang, Senin (2/2) menyebabkan satu Pelinggih di rumah warga Desa Munggu, Kecamatan Mengwi roboh.
Kejadian ini pun menyebabkan kerugian sekitar Rp 20 juta.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelinggih yang roboh tersebut berada di rumah I Made Rai Sukardi.
Robohnya pelinggih taksu milik warga Banjar Pandean ini terjadi sekitar pukul 14.00 WITA.
Perbekel Munggu, Ketut Darta, saat dikonfirmasi pun membenarkan kejadian tersebut.
Ia menyatakan, robohnya bangunan disebabkan oleh terpaan angin kencang yang terjadi secara tiba-tiba saat hujan mengguyur wilayah tersebut.
Baca Juga: Berikan Taklimat di Rakornas 2026, Presiden Prabowo Ajak Rakyat Optimistis Hadapi Dinamika Global
“Tadi siang sekitar 14.00 WITA. Tidak ada korban jiwa,” ujar Darta.
Meski tidak ada korban jiwa, pihaknya menyebutkan, ada kerugian yang dialami oleh warga.
Kerugian tersebut ditafsir mencapai Rp 20 juta akibat kerusakan pelinggih.
Baca Juga: Desa Bakbakan Gianyar Dorong Masyarakat Kembangkan Wisata Berbasis Alam
“Kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp20 juta,” ungkapnya.
Lebih lanjut Darta mengaku, kejadian tersebut telah ditangani oleh pihak desa bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Badung.
Petugas melakukan penanganan awal di lokasi kejadian guna memastikan kondisi aman serta mengantisipasi dampak lanjutan.
Dirinya pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi.
Khususnya bagi warga yang memiliki bangunan non-permanen atau berada di wilayah rawan. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga