Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Operasi Keselamatan Agung 2026 Digelar Dua Pekan, Polres Buleleng Petakan Sasaran Prioritas  

Dian Suryantini • Selasa, 3 Februari 2026 | 06:41 WIB

 

Polisi melakukan operasi penertiban berlalu lintas di jalan Diponegoro, Singaraja.
Polisi melakukan operasi penertiban berlalu lintas di jalan Diponegoro, Singaraja.

BALIEXPRESS.ID – Dalam upaya menciptakan situasi lalu lintas yang aman dan tertib menjelang bulan suci Ramadhan serta Idul Fitri 1447 H, Polres Buleleng secara resmi memulai Operasi Keselamatan Agung 2026.

Penanda dimulainya operasi kewilayahan ini dilaksanakan melalui Apel Gelar Pasukan di Lapangan Apel Polres Buleleng pada Senin (2/1/2026).

Apel dipimpin Wakapolres Buleleng, Kompol Putu Sunarcaya. Operasi Keselamatan Agung 2026 dijadwalkan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026.

Untuk memastikan operasi berjalan maksimal, Polres Buleleng menerjunkan sedikitnya 128 personel Polri.

Namun, kepolisian tidak bekerja sendiri; operasi ini mengedepankan sinergi lintas sektoral dengan melibatkan instansi terkait seperti Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Buleleng, Jasa Raharja, hingga Polisi Militer (PM) TNI.

Sinergi ini bertujuan untuk menghadirkan pengawasan yang menyeluruh, mulai dari pemeriksaan kelayakan angkutan umum hingga penanganan teknis jika terjadi kecelakaan lalu lintas.

Sunarcaya menekankan bahwa pola penindakan dalam operasi kali ini akan mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif.

Artinya, petugas di lapangan akan lebih banyak melakukan edukasi, teguran simpatik, dan sosialisasi kepada pengguna jalan.

“Operasi Keselamatan Agung 2026 lebih menitikberatkan pada upaya pencegahan dan edukasi. Kami ingin membangun budaya tertib berlalu lintas dari kesadaran masyarakat itu sendiri, bukan sekadar karena takut ditilang,” tegas Sunarcaya.

Meski mengedepankan sisi humanis, penegakan hukum (gakkum) tetap akan dilakukan secara profesional terhadap pelanggaran-pelanggaran kasat mata yang berpotensi tinggi memicu kecelakaan fatal.

Penggunaan teknologi seperti Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) baik statis maupun mobile akan menjadi ujung tombak untuk meminimalisir interaksi langsung yang kontraproduktif.

Pihak kepolisian telah memetakan beberapa sasaran prioritas yang akan menjadi fokus pemantauan selama dua pekan ke depan, di antaranya, penggunaan helm standar SNI bagi pengendara motor, penggunaan sabuk keselamatan bagi pengemudi mobil, larangan penggunaan ponsel saat berkendara, penindakan terhadap pengendara di bawah umur, larangan melawan arus lalin dan berkendara di bawah pengaruh alkohol hingga penertiban knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis (knalpot brong).

Melalui operasi ini, Polres Buleleng berharap angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di Kota Pendidikan ini dapat ditekan secara signifikan.

Terlebih lagi, Buleleng memiliki karakteristik geografis dengan jalur yang berkelok dan rawan, sehingga kepatuhan masyarakat menjadi kunci utama keselamatan.

Wakapolres juga mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pelajar hingga pelaku pariwisata, untuk selalu mengecek kondisi fisik kendaraan sebelum bepergian. 

“Keselamatan adalah kebutuhan bersama. Mari kita jadikan tertib berlalu lintas sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat Buleleng,” ujarnya. 

Dengan dimulainya Operasi Keselamatan Agung 2026, diharapkan tercipta situasi Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) yang kondusif demi kenyamanan seluruh pengguna jalan. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#Operasi Keselamatan Agung #pelanggaran lalu lintas #buleleng