BALIEXPRESS. ID— Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) dirangkai silaturahmi lintas iman mewarnai kegiatan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Bali bersama ASN dan tokoh agama Kabupaten Gianyar di Aula Kemenag Gianyar, Rabu (4/2). Kegiatan ini menjadi ruang penguatan nilai moderasi beragama yang tidak berhenti pada retorika, tetapi diwujudkan dalam kerja nyata dan berkelanjutan.
Kakanwil Kemenag Bali, Dr. I Gusti Made Sunartha, dalam arahannya menyampaikan apresiasi kepada para pemimpin dan tokoh agama di Gianyar. Ia menyinggung konsep Catur Guru dalam ajaran Hindu sebagai fondasi etika dan pengabdian. “Merawat kerukunan itu tidak mudah. Menjaganya jauh lebih mahal ketika kerukunan sudah menjadi persoalan,” tegasnya di hadapan peserta.
Ia menambahkan, menjaga kerukunan umat beragama merupakan tanggung jawab bersama, termasuk pemerintah daerah. “Bekerjalah keras untuk tanah air tumpah darahmu, meski dengan bahasa yang berbeda,” pesan Sunartha.
Melalui penguatan moderasi beragama, peran aktif penyuluh, program ekoteologi, serta pendidikan unggul yang ramah inovasi, Kemenag Gianyar optimistis harmoni dan toleransi akan terus terjaga.
Sementara Kepala Kantor Kemenag Gianyar, I Gusti Ngurah Agung Wardhita, menegaskan bahwa setiap ASN Kemenag membawa cerita dan tanggung jawabnya masing-masing. “Setiap wajah memiliki cerita, setiap langkah meninggalkan jejak. Karena itu penguatan kompetensi dan integritas ASN menjadi kunci agar tugas pokok dan fungsi Kemenag berjalan optimal,” ujarnya.
Saat ini, Kemenag Gianyar diperkuat 281 ASN yang terus didorong peningkatan kompetensinya melalui kolaborasi dengan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Denpasar.
Menariknya, pembinaan kali ini dikemas dengan sentuhan budaya melalui penampilan Bondres Gondong Mekeplug. Seni bondres dimanfaatkan sebagai media informasi dan edukasi keagamaan yang komunikatif, sekaligus menjadi penunjang program-program Kemenag Gianyar agar pesan moderasi dan toleransi dapat diterima masyarakat secara ringan namun bermakna.
Sejumlah tokoh dan pejabat daerah turut hadir, di antaranya Kepala Kesbangpol Kabupaten Gianyar, Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Gianyar, perwakilan FKUB, Ketua PHDI Gianyar, serta tokoh dari masing-masing agama. Kehadiran lintas elemen ini dinilai sebagai wujud harmoni sosial yang terus dijaga di Bumi Seni. *
Editor : Putu Agus Adegrantika