BALIEXPRESS– Wujud kepedulian terhadap lingkungan sekaligus ketahanan pangan masyarakat ditunjukkan melalui sinergi TNI–Polri bersama warga Desa Lebih, Kecamatan Gianyar. Polsek Gianyar bersama unsur TNI dan masyarakat melaksanakan kegiatan kurve atau gotong royong perbaikan Bendungan Tukad Sangsang, Kamis (5/2) pagi, setelah bendungan tersebut mengalami kerusakan akibat tergerus aliran air sungai.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Perbekel Desa Lebih I Wayan Agus Malyana, SAP, personel Polsek Gianyar, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Lebih, personel Koramil 01/Gianyar, hingga perangkat desa. Selain itu, BPD, LPM, Bendesa Adat, Pekaseh, tokoh pemuda, serta masyarakat setempat turut ambil bagian secara aktif.
Sebelum turun ke lokasi, seluruh peserta terlebih dahulu berkumpul di Balai Banjar Lebih Duur Kaja untuk menerima arahan teknis. Usai pengarahan, personel gabungan bersama warga bergerak menuju Bendungan Tukad Sangsang dan langsung memulai proses perbaikan secara gotong royong.
Perbaikan difokuskan pada pembenahan jalur aliran air serta pembuatan bendungan sementara. Bendungan darurat tersebut dibuat menggunakan karung plastik berisi pasir yang disusun melintang di tengah aliran sungai guna menahan derasnya arus air.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan agar kerusakan tidak semakin meluas, khususnya ke wilayah hilir. Dengan adanya bendungan sementara, diharapkan aliran air dapat dikendalikan sehingga kebutuhan irigasi pertanian warga tetap terpenuhi.
Kapolsek Gianyar Kompol I Made Adi Suryawan, S.H., M.M. menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata sinergitas dan kebersamaan. “Gotong royong ini menunjukkan kuatnya kolaborasi antara TNI–Polri, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Kami berharap perbaikan bendungan ini dapat membantu kelancaran aliran air untuk pertanian warga. Hingga saat ini kegiatan berjalan aman, lancar, dan situasi kamtibmas tetap kondusif,” jelasnya.*
Editor : Putu Agus Adegrantika