Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Lomba Desa Adat Peduli Lingkungan, Tim Penilai Tekankan Kearifan Lokal dan Budaya

Putu Agus Adegrantika • Kamis, 5 Februari 2026 | 19:23 WIB
PENILAIAN : Penilaian lomba desa adat peduli lingkungan di Desa Adat Cemengaon dan Desa Adat Delod Tukad, Kecamatan Sukawati.
PENILAIAN : Penilaian lomba desa adat peduli lingkungan di Desa Adat Cemengaon dan Desa Adat Delod Tukad, Kecamatan Sukawati.

BALIEXPRESS.ID – Komitmen desa adat dalam menjaga kelestarian lingkungan kembali mendapat perhatian melalui penilaian Lomba Desa Adat Peduli Lingkungan yang digelar di Kabupaten Gianyar. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Adat Cemengaon dan Desa Adat Delod Tukad, Kecamatan Sukawati, Kamis (5/2) dengan melibatkan berbagai unsur lintas sektor, termasuk Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Gianyar.

Penilaian kelestarian lingkungan tersebut bertujuan mendorong desa adat agar semakin aktif menjaga lingkungan hidup berbasis kearifan lokal dan nilai-nilai budaya Bali. Selain menilai kebersihan dan tata kelola lingkungan, tim juga melihat sejauh mana peran desa adat dalam menanamkan kesadaran ekologis kepada krama desa secara berkelanjutan.

Penyuluh Agama Hindu Kemenag Gianyar, Putu Seri Nuryanti, sebagai tim juri menyampaikan bahwa desa adat memiliki posisi strategis dalam kelestarian lingkungan dan menginternalisasi ajaran agama Hindu yang menekankan keharmonisan antara manusia, alam, dan Tuhan. "Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun kepedulian lingkungan yang tidak bersifat seremonial, melainkan menyatu dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, " paparnya.

Di Desa Adat Cemengaon, tim penilai mengamati berbagai praktik pelestarian lingkungan yang dijalankan masyarakat, mulai dari pengelolaan sampah berbasis sumber, penataan lingkungan desa, hingga peran aktif krama dalam menjaga kebersihan kawasan suci dan ruang publik. Partisipasi masyarakat dinilai menjadi salah satu kekuatan utama desa adat.

Sementara itu, Desa Adat Delod Tukad menunjukkan upaya konkret dalam menjaga keseimbangan alam melalui pemanfaatan sumber daya secara bijak dan berkelanjutan. "Sinergi antara prajuru desa adat, tokoh masyarakat, dan krama desa menjadi poin penting dalam penilaian, terutama dalam menjaga kelestarian lingkungan di wilayah pemukiman dan sekitarnya, " ungkap Seri Nuryanti.

Melalui lomba ini, Seri Nuryanti berharap desa adat semakin termotivasi menjadikan kepedulian lingkungan sebagai bagian dari dharma dan tanggung jawab bersama. Ia menegaskan bahwa ketika nilai agama, budaya, dan kesadaran lingkungan berjalan seiring, maka desa adat akan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian alam Bali untuk generasi mendatang.*

Editor : Putu Agus Adegrantika
#adat #pelestarian lingkungan