Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Perluas Kebun Kopi di Kintamani, Bangli Dapat Alokasikan Bantuan Bibit untuk 200 Hektare

I Made Mertawan • Jumat, 6 Februari 2026 | 08:00 WIB

 

Seorang petani di Desa Selulung, Kecamatan Kintamani, Bangli memetik kopi arabika.
Seorang petani di Desa Selulung, Kecamatan Kintamani, Bangli memetik kopi arabika.

BALIEXPRESS.ID- Pemerintah pusat kembali mengucurkan bantuan bibit kopi arabika untuk perluasan lahan seluas 200 hektare di Kabupaten Bangli pada 2026.

Setiap hektare dialokasikan sebanyak 1.000 pohon kopi. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli, I Wayan Sarma, Kamis (5/2/2026).

Sarma mengatakan, jumlah bantuan tahun ini meningkat dua kali lipat dibandingkan bantuan pada 2024 dan 2025 yang masing-masing hanya mencakup perluasan 100 hektare.

Menurutnya, bantuan tersebut menjadi gayung bersambut di tengah prospek harga kopi yang terus menjanjikan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada musim panen 2025, harga kopi gelondongan merah bahkan menembus Rp16 ribu per kilogram. "Beberapa tahun ini, harga kopi terus bagus," kata Sarma.

Ia pun memastikan tidak ada kesulitan dalam mencari calon penerima maupun calon lokasi bantuan. 

Bibit kopi arabika akan disalurkan kepada kelompok tani yang tersebar di Kecamatan Kintamani bagian barat.

Seperti diketahui, wilayah Kintamani dikenal sebagai kawasan paling potensial untuk pengembangan kopi arabika karena melihat.

Saat ini, luas tanaman kopi di Kabupaten Bangli mencapai sekitar 5.900 hektare.

Dari jumlah tersebut, sekitar 5.500 hektare berada di Kecamatan Kintamani. Sisanya tersebar di beberapa desa di kecamatan lain.

Pejabat asal Desa Tembuku, Kecamatan Tembuku itu menambahkan, penyaluran bibit kopi diperkirakan dilakukan pada akhir tahun, bertepatan dengan musim tanam.

Penyaluran akan dilakukan langsung oleh pemerintah pusat, sementara pemerintah daerah hanya bertugas mengusulkan calon penerima dan calon lokasi.

“Kami di pemerintah daerah hanya mengusulkan calon penerima dan calon lokasi sesuai plafon 200 hektare dari pemerintah pusat,” jelas Sarma. (*)

 

 

 

Editor : I Made Mertawan
#Kintamani #bantuan bibit #bangli #kopi arabika