Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Hasil Penilaian KPKNL Keluar, Rumah Jabatan Bupati Bangli Masuk Tahap Lanjutan

I Made Mertawan • Kamis, 12 Februari 2026 | 08:20 WIB
Rumah jabatan Bupati Bangli mulai dikosongkan sejak sepekan.
Rumah jabatan Bupati Bangli mulai dikosongkan sejak sepekan.

BALIEXPRESS.ID Proses penilaian aset rumah jabatan (rumjab) Bupati Bangli oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) telah rampung.

Hasil penilaian tersebut menjadi dasar tahapan selanjutnya sebelum bangunan rumah jabatan tersebut dibongkar.

Kepala Bagian Umum Setda Bangli, I Putu Gede Surya Pujawan membenarkan nilai aset dari KPKNL sudah keluar.

Hanya saja, Pujawan tak merinci nilainya. Ia sebatas menegaskan bahwa nilainya berbeda-beda untuk setiap item.

Saat ini, pemerintah daerah masih menunggu kelengkapan berkas sebelum masuk ke tahap penjualan.

"Masih menunggu berkas penjualan, setelah itu baru dijual menyesuaikan dengan penilaian KPKNL,” ujar Pujawan.

Ia menambahkan, proses penjualan nantinya akan didampingi oleh aparat penegak hukum (APH).

Pemkab Bangli menargetkan seluruh tahapan dapat berjalan secepatnya. Sebelum dilakukan pembongkaran, akan digelar upacara keagamaan sesuai kepercayaan Hindu, yakni nuntun sesuhunan di rumah jabatan ke Padmasana Kantor Bupati Bangli yang dijadwalkan pada 12 Februari.

Setelah upacara tersebut, pembongkaran akan disesuaikan dengan kesiapan teknis. 

Saat ini, bangunan rumah jabatan tersebut sudah dalam kondisi kosong.

Seluruh barang di dalam gedung telah dipindahkan ke lokasi lain sebagai bagian dari persiapan tahapan selanjutnya.

Diketahui, Pemkab Bangli akan membangun rumah jabatan baru dengan konsep arsitektur Bali, yakni sikut satak khas Bangli.

Anggaran pembangunan mencapai Rp29 miliar dengan luas lahan sekitar 50 are. 

Lahan yang ada saat ini diperluas dengan memanfaatkan area di bagian belakang yang sebelumnya merupakan rumah jabatan Sekda, kepala dinas, dan pejabat lainnya.

Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta sebelumnya menegaskan bahwa pembangunan rumah jabatan ini bukan untuk menunjukkan kemewahan atau kesombongan, melainkan sebagai tanggung jawab moral pemerintah dalam melestarikan warisan budaya adiluhung bagi generasi mendatang.

Ia menyebutkan, hingga saat ini belum ada rumah jabatan di Bali yang dibangun menggunakan konsep sikut satak.

“Kabupaten bangli ini memang dari sejarahnya dulu adalah salah satu pusat peradaban termasuk juga dari sisi arsitektur bangunannya, maka muncullah ide untuk pelestarian bangunan sikut satak khas Bangli," jelas Sedana Arta.

Ia mengatakan, pembangunan rumah jabatan tersebut juga diarahkan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat.

Tidak menutup kemungkinan, bangunan ini ke depan dapat menjadi daya tarik wisata, mengingat konsep sikut satak kini sudah sangat jarang diterapkan.

“Hadirlah pemerintah sekaligus rumah jabatan sebagai wujud komitmen pelestarian,” terang bupati asal Desa Sulahan, Kecamatan Susut, itu dalam Forum Group Discussion (FGD) pada Sabtu (24/1/2026). (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
#Bupati Bangli #rumah jabatan #kpknl