BALIEXPRESS.ID– Sinergi lintas sektor dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat kembali ditunjukkan di Kabupaten Jembrana. BUMDesa Bersama (BUMDesma) Asta Buana Sejahtera, Kecamatan Pekutatan, menyalurkan bantuan sosial berupa program bedah rumah dan bedah warung yang bersumber dari Sisa Hasil Usaha (SHU) Pengelolaan Simpan Pinjam Kelompok Perempuan (SPKP) tahun 2025.
Dari SHU yang dibukukan tahun ini, BUMDesma menyisihkan anggaran sebesar Rp85 juta untuk merealisasikan dua unit bedah rumah dan satu unit bedah warung. Program tersebut menjadi bentuk komitmen BUMDesma dalam menjalankan fungsi sosial sekaligus mendorong peningkatan kualitas hidup serta perekonomian masyarakat desa.
Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, hadir langsung meresmikan program bedah warung di Banjar Arca, Desa Pulukan, Kecamatan Pekutatan, Rabu (11/2/2026).
Menurutnya, capaian BUMDesma Pekutatan yang telah mampu menghasilkan SHU dan mengembalikannya kepada masyarakat patut diapresiasi.
“Tahun 2025 ini BUMDesma Kecamatan Pekutatan sudah bisa menghasilkan SHU dan hari ini sudah bisa memberikan partisipasinya kepada masyarakat sekaligus mendukung program pemerintah daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program bedah warung dirancang khusus untuk meningkatkan ekonomi masyarakat kecil yang menggantungkan hidup dari usaha berdagang. Bantuan diberikan kepada warga yang telah memiliki usaha warung, namun kondisinya dinilai kurang layak.
“Harus ada warung kecil yang memang faktanya sehari-hari berjualan, tetapi kondisinya kurang layak. Maka kita sentuh bersama-sama, tidak hanya pemerintah, tetapi juga BUMDesma, CSR perusahaan, termasuk Bank BPD,” jelasnya.
Baca Juga: Sejarah di UNAIR: Sepasang Suami Istri Dilantik Bersamaan Jadi Profesor FEB
Pada tahun sebelumnya, bantuan serupa juga mendapat dukungan dari Bank BPD sebanyak 10 unit.
Bupati Kembang berharap, melalui program ini, warung-warung desa dapat naik kelas dan mampu bersaing dengan toko lain, termasuk toko modern yang terus berkembang.
Ia juga mengingatkan penerima bantuan agar menjaga kebersihan dan manajemen usaha agar mampu menarik pelanggan.
“Berjualan harus bersih, murah senyum dan ramah. Dagangan harus tertata rapi, pencahayaan bagus, produk kedaluwarsa diperhatikan. Warungnya bersih dan manajemennya juga harus baik. Harus punya ciri atau tematik dalam berdagang,” pesannya.
Sementara itu, salah satu penerima bantuan bedah warung, Ni Ketut Tasni asal Banjar Arca, Desa Pulukan, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Selain renovasi fisik warung, ia juga memperoleh tambahan modal usaha sebesar Rp1 juta.
“Terima kasih Bapak Bupati sudah memberikan bedah warung dan modal. Warung saya sekarang jadi bagus dan lebih nyaman untuk berjualan,” ujarnya.
Program ini diharapkan menjadi contoh pengelolaan BUMDesma yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat desa.*
Editor : Wiwin Meliana