Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Layanan Medical Tourism Terpadu Diluncurkan di BIH, Integrasikan Reservasi Digital hingga Pendampingan Perjalanan

Rika Riyanti • Sabtu, 14 Februari 2026 | 14:38 WIB

PELUNCURAN: Kolaborasi tiga entitas, yakni PT Pertamina Bina Medika IHC, Bank Mandiri, dan Injourney Aviation Services (IAS) resmi meluncurkan layanan medical tourism terpadu yang berpusat di BIH
PELUNCURAN: Kolaborasi tiga entitas, yakni PT Pertamina Bina Medika IHC, Bank Mandiri, dan Injourney Aviation Services (IAS) resmi meluncurkan layanan medical tourism terpadu yang berpusat di BIH

 

 

BALIEXPRESS.ID - Kolaborasi tiga entitas, yakni PT Pertamina Bina Medika IHC, Bank Mandiri, dan Injourney Aviation Services (IAS) resmi meluncurkan layanan medical tourism terpadu yang berpusat di Bali International Hospital (BIH).

Layanan ini mengintegrasikan proses reservasi digital, pendampingan perjalanan, hingga pemeriksaan kesehatan premium untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan berstandar internasional di dalam negeri.

Direktur Komersial IAS, Muchdian Muchlis menjelaskan bahwa salah satu komponen utama dalam layanan ini adalah “Joumpa”, yang merupakan layanan konsil dan VIP service milik IAS sebagai bagian dari ekosistem Injourney.

“Jadi, Joumpa ini adalah layanan konsil service, layanan VIP services yang dimiliki oleh IAS. IAS adalah bagian dari Danantara. Joumpa ini sendiri punya beberapa layanan juga. Joumpa ini sebenarnya apa? Kependekan dari Journey Companion. Jadi teman yang menemani perjalanan,” ujarnya dalam pelaksanaan peluncuran yang berlangsung di BIH, Jumat (13/2).

Baca Juga: Wabup Bagus Alit Sucipta Turun Langsung Tangani Sampah Musiman

Ia menambahkan, layanan Joumpa berfungsi sebagai pendamping perjalanan pasien sejak tiba di bandara hingga proses keberangkatan kembali.

Menurut Muchdian, layanan tersebut dapat berjalan hingga ke pesawat karena aspek perizinan dan regulasi yang dimiliki IAS melalui unit ground handling.

“Jadi dikarenakan Joumpa merupakan bagian dari Angkasa Pura yang memiliki izin ground handling sehingga memang secara izin dan regulasi satu-satunya yang diperbolehkan mengantarkan sampai di pesawat,” jelasnya.

Selain pendampingan perjalanan, IAS juga mendukung aspek logistik dan operasional dalam layanan medical tourism, termasuk distribusi kebutuhan medis.

Baca Juga: Kasus LSD Sapi di Jembrana Bertambah, Kecamatan Negara Tertinggi

“Nah, di sini juga ada layanan dari BIH sendiri untuk pelayanan kanker. Kami salah satu tim yang dipercaya untuk membawa isotop ya, Bu ya. Obat kanker itu dari Jakarta dari tempat-tempat sampai dengan ke Bali International Hospital,” ungkapnya.

Ia juga menyebutkan dukungan lain seperti hospitality, lounge, hingga operation support di bandara agar pengalaman pasien tetap nyaman dan terintegrasi.

Sementara itu, Direktur Komersial IHC, Harmeni Wijaya menjelaskan bahwa kolaborasi ini dirancang dalam bentuk bundling layanan yang memanfaatkan berbagai touch point digital, termasuk aplikasi perbankan.

“Ya kolaborasi tiga entitas ini of course ada background-nya ya, bagaimana kita memberikan benefit kepada pasien-pasien yang ingin berobat ke BIH tapi juga memiliki fasilitas account di Bank Mandiri dan juga harus misalnya terbang ke airport untuk terbang ke Bali dan sampai di airport,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proses registrasi hingga sistem layanan dilakukan secara terintegrasi melalui aplikasi Bank Mandiri agar lebih efisien.

 “Nah, kelebihan-kelebihan dari bundling atau packaging ini adalah bahwa penggunaan touch point itu skemanya ada di aplikasi dari Bank Mandiri itu sendiri ya,” jelas Harmeni.

Baca Juga: Diperbaiki Tahun 2024, Senderan di Banjar Jadi Desa Tabanan Kembali Jebol

Integrasi tersebut tidak hanya mencakup produk dan layanan, tetapi juga sistem antar-entitas yang saling terhubung untuk menciptakan pengalaman layanan yang cepat dan tepat. 

“Jadi memang ada integrasi-integrasi tidak hanya product and services gitu ya, tapi bagaimana sistem dari ketiga entitas ini saling berkomunikasi untuk menyediakan suatu layanan yang seamless,” katanya.

Dari sisi manfaat, Harmeni menyebutkan adanya efisiensi biaya bagi pasien yang menggunakan paket bundling tersebut. 

“Dari benefit-nya sendiri of course ada benefit-benefit tertentu seperti untuk layanan Joumpa sendiri bila transaksinya sendiri itu pasti akan lebih costly ya. Itu kalau sudah dibanding layanan medical check up nya juga akan lebih affordable gitu ya, selain layanan akan lebih seamless, cepat tepat waktu gitu ya. Dan juga secara cost efficiency itu akan menjadi lebih affordable atau lebih murah untuk pasien-pasien yang mengakses bundling layanan ini,” paparnya.

Baca Juga: Tersangka Korupsi Bumdes Dawan Kaler Bertambah, Kejari Klungkung Tahan Kakak Kandung dan Ipar Eks Perbekel

Terkait pemilihan BIH sebagai lokasi peluncuran, Harmeni menegaskan bahwa rumah sakit tersebut merupakan flagship hospital IHC yang berstandar internasional.

“Jadi BIH ini adalah rumah sakit terbaru dari Indonesia Healthcare Corporation dan langsung menjadi Flagship Hospitals kita. Jadi the true international hospital yang ada di Indonesia itu cuma ada di BIH,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa lokasi BIH di kawasan ekonomi khusus memungkinkan praktik dokter asing serta akses obat tertentu melalui skema khusus tanpa pasien harus berobat ke luar negeri.

“Di mana lokasinya di kawasan ekonomi khusus dan itu memungkinkan untuk kita memperoleh dokter-dokter asing yang sering dituju oleh masyarakat Indonesia untuk berobat agar bisa berpraktik di Indonesia,” jelasnya.

 

Bali dipilih sebagai proyek percontohan (pilot project) karena dinilai memiliki kapabilitas klinis terbesar di jaringan IHC serta mendukung target pemerintah untuk menekan pengeluaran devisa akibat masyarakat berobat ke luar negeri.

Ke depan, model layanan ini berpotensi direplikasi ke rumah sakit IHC lainnya setelah fase uji coba berjalan optimal.

Baca Juga: Lantik Ratusan Pejabat, 10 Kursi Kepala Dinas Masih Kosong

 “Nah, kalau semua ini sudah berjalan lancar, atau pilotnya sudah jalan, kita akan bisa replicate ke 37 hospital lainnya yang dimiliki oleh IHC gitu. Terutama mungkin fase kedua adalah hospital-hospital kita yang letaknya cenderung dekat dengan airport ya,” kata Harmeni.

Muchdian menambahkan bahwa peluncuran ini masih tahap awal dan akan dievaluasi sebelum diperluas ke fasilitas kesehatan lainnya.(***)

Editor : Rika Riyanti
#bali #Bali International Hospital (BIH) #pertamina #Medical Tourism #bank mandiri