Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Distan Bali Usulkan Vaksin ASF untuk Babi, Tunggu Kepastian Dosis dari Pusat

Rika Riyanti • Kamis, 19 Februari 2026 | 21:55 WIB

Belasan Babi di Tenganan Mati, Gejalanya Mirip ASF
Belasan Babi di Tenganan Mati, Gejalanya Mirip ASF

 

BALIEXPRESS.ID - Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada, menegaskan bahwa hingga kini Bali belum pernah memperoleh bantuan vaksin African Swine Fever (ASF) untuk ternak babi.

“Belum ada masuk ke Bali, belum pernah mendapat bantuan vaksinasi ASF untuk babi. Yang selama ini kita dapatkan adalah vaksin PMK untuk sapi dan itu sedang berjalan,” katanya, Kamis (19/2).

Menurut Sunada, selain vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), pemerintah pusat juga telah menyalurkan vaksin Lumpy Skin Disease (LSD) atau penyakit kulit pada sapi ke Bali.

Pada tahap awal, Bali menerima 400 dosis, kemudian ditambah 6.000 dosis.

Baca Juga: Laut Mulai Bersahabat, Volume Sampah Kiriman di Kabupaten Badung Berkurang

Saat ini, melalui dukungan anggota DPRD Bali, pihaknya telah mengajukan permohonan vaksin ASF ke pemerintah pusat dan sudah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Pertanian.

Namun demikian, jumlah dosis yang akan diterima masih menunggu kepastian lebih lanjut.

Sunada menyebutkan, populasi babi di Bali pada 2025 mengalami peningkatan hingga mencapai sekitar 1,2 juta ekor.

Dengan jumlah tersebut, kebutuhan vaksin diperkirakan mendekati 1 juta dosis agar perlindungan dapat diberikan secara optimal.

Baca Juga: Serapan Gabah 2026 Ditargetkan 4 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Swasembada Pangan Berkelanjutan Kian Kuat

Terkait penyakit pada babi, ia mengungkapkan sempat ditemukan sejumlah kasus.

Di Kabupaten Buleleng, sebanyak 30 ekor babi dilaporkan terserang diare atau diskulera akibat pemberian pakan mentah yang tidak diproses dengan baik.

 "Sudah kita turun, kita cek, dan tangani dengan baik,” ujarnya.

Selain itu, kasus hog cholera juga sempat terdeteksi di Kabupaten Gianyar.

Untuk kasus PMK, dua daerah sempat terdampak, yakni Kabupaten Jembrana dan Kabupaten Buleleng.

Di Jembrana, jumlah kasus meningkat dari lima ekor menjadi 31 ekor, namun telah ditangani melalui vaksinasi serta pemotongan bersyarat.

"Astungkara tidak berkembang. Di Buleleng hanya dua ekor dan sudah tertangani,” terangnya.

Baca Juga: ASN Anti Boncos, TPAKD Badung Bentengi Pegawai dari Jerat Investasi Ilegal Lewat Financial Clinic

Sementara itu, pada 2026 belum tercatat adanya kematian akibat rabies.

Sepanjang 2025, capaian vaksinasi rabies di Bali mencapai 85,51 persen dari total populasi sekitar 600 ribu ekor anjing.

Pemerintah Provinsi Bali juga sedang menjalankan program percontohan vaksinasi rabies di Kabupaten Bangli bekerja sama dengan Sanbi Farma.

Program ini bertujuan menguji ketahanan (titer) vaksin dalam tubuh anjing.

Baca Juga: Kasus Ulah Pati Jadi Atensi Bupati Bangli, RSUD Siap Pencegahan ke Sekolah

"Kalau hasilnya bagus, kita rencanakan menggunakan vaksin tersebut secara lebih luas,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Umum BPD HIPMI Bali, Agung Bagus Pratiksa Linggih atau yang dikenal dengan sapaan Ajus Linggih, menyampaikan aspirasi peternak babi Bali secara langsung kepada Menteri Pertanian RI dalam forum HIPMI pada Sidang Dewan Pleno di Makassar, Minggu (15/2).

Dalam kesempatan tersebut, Ajus Linggih mengungkapkan kekecewaan peternak karena belum adanya bantuan vaksin ternak, khususnya vaksin babi, di Bali.

Ia menilai kondisi tersebut berbeda dengan ternak lain yang telah menerima vaksin gratis, termasuk untuk ASF.

 

Ia juga menyoroti tekanan yang dihadapi peternak babi lokal, mulai dari ancaman penyakit hingga penurunan harga akibat masuknya babi dari luar daerah.

“Saya meminta agar impor babi dihentikan karena harga babi sedang menurun. Peternak babi kita terasa sedikit dianak tirikan. Selain itu, saya juga meminta agar peternak babi Bali bisa mendapatkan vaksin ASF,” katanya, Minggu (15/2).(***)

Editor : Rika Riyanti
#bali #babi #ASF #buleleng