Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Mantan Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Agung Bharata (Ida Begawan Blebar) Tutup Usia

Putu Agus Adegrantika • Sabtu, 21 Februari 2026 | 18:27 WIB

BUPATI : Mantan Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Agung Bharata, yang kemudian bergelar Ida Begawan Blebar.
BUPATI : Mantan Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Agung Bharata, yang kemudian bergelar Ida Begawan Blebar.

BALIEXPRESS. ID - Duka menyelimuti Puri Agung Gianyar dan masyarakat Kabupaten Gianyar atas berpulangnya mantan Bupati Gianyar dua periode, Anak Agung Gde Agung Bharata, yang kemudian bergelar Ida Begawan Blebar. Beliau mengembuskan napas terakhir pada Sabtu (21/2) pukul 13.36 wita di RSUD Sanjiwani Gianyar dalam usia 76 tahun 8 bulan, setelah hampir sebulan menjalani perawatan intensif akibat kondisi kesehatan yang terus menurun.

Almarhum yang lahir pada 23 Juni 1949 itu sempat dirawat karena tidak nafsu makan dan kondisi fisik yang melemah. Meski sempat diperbolehkan pulang ke puri karena menunjukkan tanda-tanda membaik, kondisi beliau kembali drop hingga harus dilarikan lagi ke rumah sakit.

Dalam beberapa hari terakhir, asupan nutrisi lebih banyak diberikan melalui infus. Faktor usia serta riwayat penyakit jantung disebut turut memengaruhi kondisi kesehatannya. Sejatinya, Juni mendatang beliau genap berusia 77 tahun.

Wakil Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Mayun, yang juga adik almarhum, menyampaikan bahwa keluarga telah berupaya maksimal selama proses perawatan.

“Beliau sempat membaik dan pulang, tetapi kondisi kembali menurun,” ujarnya, menggambarkan perjuangan keluarga dalam mendampingi sang kakak di masa-masa akhir perawatan.

Photo
Photo

Sebelum memimpin Gianyar, almarhum memiliki rekam jejak panjang dalam birokrasi pemerintahan pusat. Beliau pernah bertugas sebagai staf di Sekretariat Negara RI dan dipercaya menjabat Kepala Istana Kepresidenan Tampaksiring pada periode 1997–2003. Pengalaman tersebut menjadi fondasi kuat dalam perjalanan pengabdian beliau sebelum akhirnya dipercaya memimpin Kabupaten Gianyar selama dua periode, yakni 2003–2008 dan 2013–2018.

Saat ini, jenazah beliau disemayamkan di Puri Agung Gianyar. Prosesi adat telah dipersiapkan berdasarkan petunjuk Ida Pedanda Nabe serta tradisi puri. Rangkaian upacara pelebon dijadwalkan berlangsung pada 7 Maret 2026 di Setra Beng.

Upacara diawali pada 3 Maret dengan mesiram dan melelet, dilanjutkan munggah ngaskara lan ngaturan ayaban pada 5 Maret, sebelum puncaknya pelebon pada 7 Maret. Berbeda dari tradisi keturunan raja yang umumnya menggunakan bade nagabanda, prosesi almarhum akan memakai padma dan lembu putih, menyesuaikan status beliau sebagai dwijati setelah menjalani madwijati. *

Editor : Putu Agus Adegrantika