BALIEXPRESS.ID – Ketua DPD Partai Gerindra Bali, Made Muliawan Arya alias De Gadjah, menegaskan bahwa program Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) sudah menjadi kebutuhan mendesak bagi Bali, bukan lagi sekadar alternatif kebijakan.
Menurutnya, kondisi darurat sampah di Bali menuntut terobosan kebijakan yang tegas, terukur, dan berkelanjutan.
"Saya melihat rencana PSEL ini bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan. Kondisi Suwung sudah overkapasitas. Produksi sampah Bali kurang lebih 3.436 ton per hari itu angka serius. Kalau tidak ada lompatan kebijakan, kita akan terus gali lubang tutup lubang," ungkapnya, Sabtu (21/2/2026).
Ia juga optimistis proyek PSEL bisa terealisasi pada awal 2028, selama pelaksanaannya konsisten dan tidak setengah-setengah.
Meski demikian, De Gadjah menekankan bahwa PSEL bukan satu-satunya solusi pengelolaan sampah.
Pemilahan dari sumber, mulai dari desa adat, sektor pariwisata, hingga rumah tangga, tetap menjadi kunci keberhasilan pengelolaan sampah secara menyeluruh.
Editor : I Made Mertawan