Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Akibat Cuaca Ekstrem, Disdikpora Badung Imbau Sekolah Terapkan Pembelajaran Daring

Putu Resa Kertawedangga • Selasa, 24 Februari 2026 | 17:41 WIB

Kabid Pendidikan Sekolah Dasar Disdikpora Badung, Rai Twistyanti Raharja.
Kabid Pendidikan Sekolah Dasar Disdikpora Badung, Rai Twistyanti Raharja.

BALIEXPRESS.ID - Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Badung, sejak Senin (23/2) berdampak pada aktivitas masyarakat.

Kondisi ini pun termasuk pada kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Menyikapi situasi tersebut, Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Badung mengimbau kepada seluruh satuan pendidikan agar meningkatkan kewaspadaan.

Jika kondisi tidak memugkinkan dapat memberlakukan pembelajaran daring (online) apabila kondisi cuaca dinilai membahayakan.

Kabid Pendidikan Sekolah Dasar Disdikpora Badung, Rai Twistyanti Raharja mengatakan, sejumlah sekolah di beberapa kecamatan telah mengambil langkah antisipatif dengan memulangkan siswa lebih awal.

Hal ini lantaran cuaca saat ini sedang bersahabat dan ditakutkan membahayakan. Untuk itu proses pembelajaran pun dapat dilakukan secara daring dari rumah.

“Jika terjadi hujan lebat disertai angin kencang dan petir saat jam pembelajaran, terutama ketika ada kegiatan di luar ruangan, maka aktivitas tersebut harus segera dihentikan. Siswa diarahkan masuk ke ruang kelas atau tempat yang lebih aman. Apabila situasi tidak memungkinkan, sekolah dapat mengalihkan pembelajaran menjadi daring,” ujar Rai saat dikonfirmasi Selasa (24/2).

Pihaknya menyebutkan, kebijakan tersebut merupakan bentuk respons cepat terhadap kondisi cuaca ekstrem yang dalam beberapa hari terakhir.

Meski demikian dirina mengaku, keputusan untuk menerapkan pembelajaran daring sepenuhnya berada pada kewenangan masing-masing satuan pendidikan.

Utamanya dengan mempertimbangkan aspek keselamatan warga sekolah, kondisi lingkungan sekitar, serta aksesibilitas siswa.

“Keputusan pembelajaran daring ini ditetapkan oleh satuan pendidikan dengan mempertimbangkan keselamatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan, serta memperhatikan kondisi riil di lapangan,” ungkapnya.

Rai menerangkan, penerapan pembelajaran daring diharapkan dilakukan secara proporsional dan tidak membebani siswa.

Sekolah juga diminta memperhatikan keterjangkauan perangkat pembelajaran serta kestabilan jaringan internet, sehingga hak peserta didik untuk memperoleh layanan pendidikan tetap terpenuhi tanpa menimbulkan kesenjangan.

“Keselamatan adalah prioritas utama. Namun disisi lain, proses pembelajaran harus tetap berjalan. Karena itu pelaksanaannya harus fleksibel, adaptif, dan tetap memperhatikan kemampuan siswa dalam mengakses pembelajaran daring,” paparnya.

Berdasarkan laporan yang diterima Disdikpora, sejumlah sekolah di Kecamatan Mengwi hingga Kuta Selatan telah menerapkan kebijakan tersebut.

Para siswa dipulangkan lebih awal, sekitar pukul 11.00 Wita, untuk melanjutkan kegiatan belajar dari rumah.

Selain itu, terdapat sekolah yang terdampak genangan dan banjir, khususnya di kawasan Kuta, Seminyak, dan Tuban.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu keselamatan dan kenyamanan proses belajar mengajar apabila tetap dilaksanakan secara tatap muka. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#Kabupaten Badung #daring #Disdikpora #pembelajaran #cuaca eksrem