Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ketegangan Timur Tengah, 12 PMI Asal Klungkung Berada di UEA dan Kuwait

I Wayan Adi Prabawa • Selasa, 3 Maret 2026 | 06:57 WIB

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Klungkung I Nyoman Sidang I Nyoman Sidang. 
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Klungkung I Nyoman Sidang I Nyoman Sidang. 

BALIEXPRESS.ID- Sejumlah negara di wilayah Timur Tengah kini sedang memanas buntut saling serang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran.

Beberapa warga Kabupaten Klungkung yang merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) berada di wilayah itu.

Dari banyaknya warga Kabupaten Klungkung yang bekerja ke luar negeri, 12 di antaranya berada di Uni Emirat Arab (UEA) dan Kuwait.

Dua wilayah tersebut menjadi sasaran Iran dalam konfrontasi dengan AS dan Israel.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Klungkung I Nyoman Sidang menyebut, 12 PMI asal Klungkung itu bekerja sebagai SPA terapish dan juga barista.

Mereka berangkat pada 2025 lalu. "Lebih banyak kontraknya dua tahun, pulangnya kemungkinan tahun 2027," ujarnya.

Dengan situasi ini, pihaknya mengaku akan melakukan koordinasi, baik di tingkat Provinsi Bali maupun pusat mengenai kondisi para PMI di sana.

"Kami akan koordinasikan ke BP3MI maupun KBRI," tandas Sidang.

Sejumlah imbauan telah dikeluarkan. Nantinya Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Klungkung akan menyampaikan informasi tersebut ke pihak keluarga PMI yang ada di dua wilayah tersebut. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#Konflik AS dan Iran #timur tengah #klungkung #pmi