BALIEXPRESS.ID– Sektor pariwisata di Bali yang kian menggeliat pascapandemi menuntut para pelaku industri perjalanan wisata (travel agent) untuk terus meningkatkan kualitas pelayanannya. Merespons tantangan tersebut, tim dosen dari Universitas Warmadewa (Unwar) menyelenggarakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bagi para pekerja di "Bali Transport", sebuah agen perjalanan pariwisata yang berlokasi di Sanur, Denpasar. Kegiatan ini secara khusus berfokus pada pelatihan pertolongan pertama (first aid) untuk penanganan luka bakar, sekaligus sosialisasi mengenai kewajiban pelaporan pajak.
Tim pengabdian ini diketuai oleh dr. Putu Austin Widyasari Wijaya, M.Biomed.. Guna menghadirkan solusi yang menyeluruh, kegiatan ini menggandeng anggota lintas keilmuan, yakni dr. Ni Wayan Diana Ekayani, MHPE dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK). Pelaksanaan kegiatan lapangan ini juga turut dibantu oleh dua orang mahasiswa kedokteran.
"Bali Transport" yang telah beroperasi sejak tahun 2020 sempat terdampak parah oleh pandemi Covid-19, namun kini telah kembali bangkit melayani wisatawan. Agen perjalanan ini digerakkan oleh sekitar 12 anggota yang mayoritas adalah laki-laki berusia produktif antara 25 hingga 40 tahun. Dalam kesehariannya mengantar wisatawan ke berbagai destinasi alam seperti pantai, aktivitas olahraga air, hingga pendakian, risiko kecelakaan kecil tak terhindarkan. Mengingat iklim tropis di Bali dan tingginya paparan sinar ultraviolet (UV) berdasarkan data BMKG, risiko seperti sengatan matahari (sunburn) dan luka bakar sangat rentan dialami oleh wisatawan maupun para pemandu.
Sayangnya, sebagian besar pemandu wisata belum memiliki keterampilan yang memadai untuk menangani insiden tersebut. Menyadari celah ini, tim medis Unwar memberikan edukasi yang komprehensif, mulai dari pencegahan melalui penggunaan krim tabir surya (sunscreen) yang benar, hingga simulasi tindakan pertolongan pertama pada kasus luka bakar di lokasi kejadian. Pemahaman first aid ini dinilai krusial untuk mencegah luka bertambah parah sebelum korban mencapai fasilitas kesehatan terdekat, yang pada gilirannya akan meningkatkan rasa aman dan kepercayaan wisatawan terhadap agen perjalanan.
Di samping urgensi di bidang kesehatan, tata kelola administrasi keuangan pelaku pariwisata juga menjadi sorotan utama dalam PKM ini. Di tengah regulasi pemerintah yang semakin gencar terkait perpajakan, banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pekerja pariwisata yang belum sepenuhnya memahami alur pelaporan pajaknya. Oleh karena itu, perwakilan dari Fakultas Ekonomi Unwar memberikan sosialisasi interaktif mengenai pentingnya tata cara pelaporan dan pembayaran pajak secara daring (online). Sosialisasi ini diharapkan mampu memberikan panduan praktis agar kewajiban pajak dapat dilaksanakan secara mandiri dan tepat waktu pada tahun-tahun mendatang.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Menyesuaikan dengan jadwal operasional pariwisata yang padat, acara dibagi menjadi dua sesi pertemuan pada 20 dan 25 November 2025 di kantor mitra. Berdasarkan evaluasi metode tanya jawab yang dilakukan sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) sesi materi, terlihat jelas adanya peningkatan pemahaman dan wawasan peserta pada kedua topik tersebut.
Sebagai penutup dan wujud dukungan konkret, tim PKM Unwar menyerahkan bantuan berupa booklet panduan, krim pencegah luka bakar (sunscreen), krim pereda sunburn, serta paket peralatan P3K kepada pengurus dan masing-masing anggota mitra untuk disiagakan di setiap armada mobilnya. Melalui sinergi lintas bidang ini, diharapkan para pelaku pariwisata di Bali semakin profesional dan berdaya guna; tidak hanya cakap menjaga keselamatan fisik tamunya, tetapi juga taat akan tanggung jawab administratif sebagai warga negara.
Editor : Wiwin Meliana