BALIEXPRESS.ID- Menjelang perayaan hari raya Nyepi dan hari Raya Idul Fitri, harga beberapa kebutuhan pokok di Kabupaten Tabanan kembali merangkak naik.
Harga cabai di pasar tradisional di Kabupaten Tabanan menembus angka Rp 120 ribu per kilogram.
Para pedagang memperkirakan harga cabai akan naik lagi. Kenaikan ini menurut Sri Warnarsih, pedagang di pasar Dauh Pala Kota Tabanan, karena menjelang perayaan Idul Fitri.
Pasokan cabai merah dari luar Bali, khususnya dari Banyuwangi dan Lombok berkurang.
“Hal ini karena pedagang dari luar Bali sudah mulai libur seminggu sebelum lebaran dan dua minggu setelah Lebaran, sehingga pasokan cabai di pasar yang ada di Bali berkurang dan ini menyebabkan harganya naik,” ungkapnya.
Naiknya harga cabai ini diakui Sri memang sudah rutin terjadi pada perayaan hari raya Idul Fitri.
Dilanjutkan Sri, kenaikan harga cabai ini terjadi secara bertahap, mulai dari Rp 85 ribu per kilogram pada Februari lalu, selanjutnya menjelang puasa dan Imlek, harga cabai merangkak naik menjadi Rp100 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram.
“Untuk bawang merah Bima, harganya masih tetap di kisaran Rp40 ribu sampai dengan Rp45 ribu per kilogram, sedangkan untuk bawang putih masih ada di harga Rp35 ribu per kilogram,” lanjutnya.
Terkait kenaikan harga cabai ini, Anggota Komisi IV DPR RI, I Nyoman Adi Wiryatama, ketika melakukan sidak ke Pasar Kediri pada Rabu (4/3/2026) lalu menyatakan kenaikan harga cabai merah ini memang cukup signifikan.
Namun demikian, Adi Wiryatama menyatakan bahwa pihaknya akan tetap memastikan ketersediaan kebutuhan pokok tetap aman menjelang hari raya keagamaan yang akan datang.
“Untuk ketersediaan, dipastikan kebutuhan pokok ketersediaannya masih aman dan harga stabil jelang hari raya. Khusus untuk cabai merah, harganya naik signifikan, tapi produknya tetap masih ada, sehingga masyarakat tidak kesulitan untuk mendapatkannya,” ungkapnya. (*)
Editor : I Made Mertawan